Admin
Kamis, 16 Maret 2023


KAJEN - Pramuka sebagai salah satu bagian dari masyarakat juga perlu melakukan aksi nyata dalam pemeliharaan dan pelestarian lingkungan, hal itu agar gerakan menanam menjadi budaya dan dilakukan sejak dini.
Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar Dalam rangka Peringatan Hari Tunas Gerakan Pramuka Ke-62 Tahun 2023.
Dalam peringatan Hari Tunas kali ini, Pramuka Kabupaten Pekalongan melakukan penanaman Mangrove sebanyak 2.000 pohon dengan menggerahkan sebanyak 200 anggota yang dilaksanakan, di Pantai Wonokerto, Rabu (15/3/2023).
Sekda yang juga ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Pekalongan menambahkan, penanaman mangrove ini juga membantu melestarikan lingkungan terutama di wilayah Kecamatan Tirto dan Kecamatan Wonokerto. “di dua wilayah ini kita tahu bahwa sering terdampak banjir maupun rob sehingga melalui penanaman ini dapat meminimalisir bencana tersebut,” terangnya.
Dirinya menambahkan bahwa kepedulian terhadap bencana harus dilakukan secara komprehensif tidak hanya dihilirnya saja namun hulunya juga perlu diperhatikan. “dan menamam ini merupakan langkah yang baik saya kira untuk memulihkan kembali kondisi lingkungan, sehingga jika kondisi lingkungan semakin membaik. Jadi tidak hanya bagaimana kita mengatasi permasalah banjir dan rob, tetapi juga masalah lingkungannya perlu diperhatikan,” terangnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan menanam pohon seperti ini, para pramuka dapat lebih peduli mencintai dan melestarikan lingkungan sekitar. “banyak manfaat yang bisa diberikan hanya dengan menanam satu pohon saja, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak turut serta menjaga lingkungan demi kesehatan dan kenyamanan diri kita sendiri dan lingkungan,” ujarnya.