Admin
Jumat, 13 Januari 2023


KAJEN – Pemkab Pekalongan terus berupaya menurunkan Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta stunting.
Beberapa upaya dilakukan Dinas Kesehatan untuk menurunkan AKI, AKB, dan stunting. “Berbagai upaya telah dilaksanakan dari Dinas Kesehatan, mulai dari pelayanan persalinan di Faskes, Pengadaan USG di 27 Puskesmas dan pemenuhan alat kegawatdaruratan maternal neonatal, audiensi dengan TP PKK dan konsolidasi dengan organisasi Profesi demi mencapai penurunan AKI, AKB dan Stunting,” tutur Sekretaris Dinas Kesehatan, dr Ida Sulistiyani, pada kegiatan pemaparan hasil audit maternal perinatal (AMP) di Aula Markas PMI Kabupaten Pekalongan, Jalan Bahurekso, Kajen, Rabu (11/1). Pada tahun 2023 ini, dinkes juga akan terus berupaya menurunkan AKI, AKB dan prevalensi stunting melalui berbagai kegiatan.
Sebelumnya, dokter Ida Sulistiyani mewakili Kadinkes Setiawan Dwi Antoro S.KM, M.Kes dalam sambutannya mengatakan, AKI dan AKB di Kabupaten Pekalongan masih terjadi di Tahun 2022. AKI sebanyak 23 meninggal dan AKB sebanyak 105 meninggal. Sedangkan pada tahun 2021 kematian Ibu ada 27 kasus kematian bayi 109 kasus.
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan oleh Tim Pengkaji AMP yang terdiri dari antara lain dokter Arif D Sp.OG, dokter M Rizal Sp. A, dokter Budi Cahyono Pu dan dokter Tri Hatmoko SAP. (Tim Dinkominfo)