Admin
Selasa, 16 Mei 2023


KAJEN - Jumlah Penyandang Disabilitas di Kabupaten Pekalongan cukup banyak, untuk itu guna membantu para penyandang disabilitas, Pemerintah Kota Santri akan bekerjasama dengan berbagai pihak diantaranya Pemerintah Pusat, Dinas UMKM dan Naker dan juga pihak Swasta.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan, mengatakan Jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Pekalongan menurut data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan mencapai 6 hingga 8 ribuan orang. “namun yang sudah assessment melalui kerjasama dengan Kementerian Sosial melalui Balai Kartini Temanggung jumlahnya antara 1 ribu hingga 1,5 ribu orang,” katanya Minggu (14/5/2023).
Jumlah yang sudah terdata tersebut, lanjut Yudhi sudah dilakukan intervensi melalu bantuan dari pusat, diantaranya modal usaha, bantuan sembako, alat bantu bagi difabel dan lainnya. “itu sudah kita salurkan di bulan pertama, untuk bulan kedua bentuknya seperti apa masih kita koordinasikan dengan Balai Kartini Temanggung,” terangnya.
Dirinya berharap, kedepan semua disabilitas di Kabupaten Pekalongan akan bisa di bantu oleh jaminan kesehatan yang akan diupaykan melalui jaminan kesehatan dari Kementerian Pusat yang akan diusulkan oleh Kementerian Sosial. “kami akan usulkan bertahap tiap bulannya,” tambahnya.
Selain itu, Dinsos juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membantu para penyandang disabilitas. “kita telah bekerjasama dengan Dinas UMKM dan Naker yang mempunyai Balai Latihan Kerja (BLK) agar memberikan ketrampilan kepada para difabel. Selain itu kita juga melibatkan pihak swasta untuk memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk pelatihan atau modal. Kita akan keroyok untuk membantu mereka,” ujarnya.
Ditegaskannya, bahwa untuk kaum difabel, Pemerintah Daerah untuk membantu mereka, dan karena adanya keterbatasan maka akan bekerjasama dengan Pemerintah Pusat. “harapannya semua disabilitas dapat diintervensi melalui kebijakan di Kabupaten Pekalongan sehingga mereka merasa setara dengan masyarakat lainnya. Mereka punya hak untuk mendapatkan bantuan berkarya sesuai dengan kemampuan mereka, kita berusaha untuk memfasilitasi dan memberikan back up sehingga mereka merasa setara dengan yang lain,” pungkasnya.