Admin
Selasa, 12 September 2023


KAJEN - Musim kemarau di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya diprediksi masih akan lama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan memprediksi musim panas masih akan terjadi sampai bulan oktober.
Demikian disampaikan Kepala BPDB Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo kemarin. Menurutnya musim kemarau kali ini juga diperparah dengan adanya fenomena el nino sehingga menyebabkan beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan mengalami krisis air bersih.
“total ada 5 kecamatan dan 7 desa yang mengalami krisis air bersih, dan desa tersebut bukan merupakan desa yang langganan kriris air bersih setiap tahunnya,” katanya, Senin (11/9/2023).
Ke-5 kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Karangdadap, Wonopringgo, Karanganyar, Paninggaran dan Kajen. Sedangkan ke 7 desa yang mengalami kekeringan diantaranta Desa Kaligawe dan Kedungekebo di Kecamatan Karangdadap, Desa Gutomo di Kecamatan Karanganyar, Desa Gejlik dan Sambiroto di Kecamatan Kajen, Desa Lambanggelun di Kecamatan Paninggaran serta Desa Sastrodirjan di Kecamatan Wonopringgo.
“desa yang mengalami krisis air bersih Pemkab Pekalongan sudah membantu droping air. Total selama awal Agustus sampai sekarang sudah lebih dari 38 tanki air dan lebih dari 138 ribu liter air sudah kita distribusikan untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih,” jelasnya.
Untuk bantuan sendiri, lanjut Budi, dilakukan satu minggu dua kali dengan dua atau tiga tanki sekali mengirim bantuan tergantung kebutuhan dari masing-masing desa. “bagi desa yang mengalami krisis air bersih bisa mengirimkan surat ke BPBD,” ujarnya.