Admin
Minggu, 3 April 2022


KAJEN - Pelatihan berbasis kompetensi UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga kerja ( Dinkop UKM dan Naker ) Kabupaten Pekalongan resmi ditutup pada Jum’at (01/04) oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan selaku ketua harian Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro,ST.,MT. Selain penutupan pelatihan, juga dilakukan penyerahan secara simbolis sertifikat pelatihan kepada para peserta.
Ketua Dekranasda kabupaten Pekalongan, Ashraff, dalam sambutannya yang dibacakan oleh ketua harian Dekranasda mengatakan , Dekranasda selaku mitra Pemkab terus berupaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, kreatif dan inovatif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah konsisten memberikan dan menciptakan peluang adanya pelatihan. Pelatihan memilliki peran vital untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM di tanah air.
“UMKM kita potensinya banyak sekali, apabila dikemas dengan sistem pemasaran berbasis digital diharapkan akan menjadi semakin berkembang,” ujar Ashraff
Ashraff menilai pelatihan berbasis kompetensi ini memiliki prospek yang baik dan dapat menjadi peluang kerja yang luas di masa kini. Selain dapat menjadi bekal sebagai karyawan, para peserta yang mengikuti pelatihan ini juga dapat membuka lapangan kerja sendiri. Apalagi di kabupaten Pekalongan sudah cukup banyak para pengusaha berbasis online yang menjadi ‘crazy rich’ baru meskipun lokal.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pandemi covid 19 mengajarkan banyak hal khususnya bagi pelaku UMKM . Dengan adanya pandemi para pengrajin,produsen mau tidak mau harus memasuki pasar digital untuk menjual produksi dan transaksinya. Oleh sebab itu penguasaan di bidang marketing online sangat diperlukan.
Dalam kesempatan ini Ashraff berharap para peserta yang telah selasai mengikuti pelatihan nantinya bisa lebih mengembangkan ilmu yang telah mereka pelajari. “ Keberhasilan pelatihan berbasis kompetensi tidak hanya diukur dari penyelenggaraannya saja, tapi hal yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang telah diajarkan bisa diterapkan dan dikembangkan sehingga memiliki nilai ekonomi dan mampu meningkatkan derajat kehidupan khususnya para peserta pelatihan,” tegasnya.
Tak lupa Ashraff juga mengapresiasi dan berharap BLK kabupaten Pekalongan kedepannya bisa menjadi pusat pelatihan ketarmpilan dan pengembangan wirausaha perlu terus dilakukan. Selain itu, revitalisaasi dan melanjutkan upaya mewujudkan BLK transformatif yaitu BLK yang mampu melakukan penyesuaian diri secara cepat terhadap kebutuhan pasar di tengah perjalanan yang dimamis, serta mampu terus mengembangkan diri sehingga menjadi BLK yang unggul.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UkM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Dra Siti Masruroh,M.Si dalam laporannya menyampaikan rangkaian pelatihan yang diselenggarakan terdiri dari 8 paket pelatihan, yang masing masing paket diisi 16 peserta. Masruroh berharap para peserta pelatihan nantinya dapat dimanfaatkan dalam rangka pengembangan UMKM di Kabupaten Pekalongan.
“Terkait dengan pelatihan digital marketing (marketing online), kami berharap menyangkut program Dekranasda, 2 paket latihan (32 peserta) bisa dikembangkan lebih lanjut, khususnya pada program Dekranasda untuk pengembangan UMKM di kabupaten Pekalongan khususnya membantu dalam pemasaran digital,” jelasnya. (Dian-Kominfo)
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).