Admin
Senin, 13 Maret 2023


KAJEN - Menjelang Bulan Suci Ramadhan, sebagian Pondok Pesantren meliburkan para santrinya, meski begitu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meminta kepada para santri meski libur, pada saat Bulan Ramadhan para santri diminta untuk lebih semangat beribadah.
“bukan libur ngaji terus ibadahnya juga libur akan tetapi malah semakin semangat, sholatnya ditambah dengan tahajud misalnya, atau membaca al-qura’anya diperbanyak sehingga puasanya dapat bernilai dan pahalanya diterima oleh Allah SWT,” kata Bupati saat menghadiri acara Khotmil Qur’an dan Pengajian Umum di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Desa Podo Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (11/3/2023) malam.
Menurut Bupati Pondok Pesantren merupakan tempat yang tepat untuk belajar anak-anak, karena tidak hanya belajar agama saja namun akhlaknya juga diajarkan. “tidak hanya ngaji saja namun akhlaknya dibina sehingga jika suatu saat nanti jika dia jadi pemimpin ia akan menjadi pemimpin yang berakhlak, mau jadi apapun dia selalu mengedepankan akhlaknya,” katanya.
Dikatakan bupati, Kabupaten Pekalongan terkenal sebagai Kota Santri dimana banyak anak-anak yang mengaji ilmu agama, dan itu menurutnya menjadi berkah tersendiri bagi kemajuan Kabupaten Pekalongan.
Selain itu, lanjutnya, Pemkab Pekalongan pada masa kepemimpinannya juga memperhatikan para guru di Pondok Pesantren, dimana ada sebanyak 1.000 guru pesantren mendapat insentrif sebanyak 300 ribu per orang.
“memang jumlahnya tidak terlalu banyak karena anggaran yang ada juga untuk keperluan yang lain seperti pembangunan yang memakan biaya yang besar. Namun itu sebagai bentuk bahwa Pemkab Pekalongan peduli dengan pondok pesantren,” terangnya.