Admin
Selasa, 29 Agustus 2023


KAJEN - Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI) di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi, untuk itu Bupati Pekalongan Hj. Fadia Arafiq berpesan kepada masyarakat agar ikut membantu Pemerintah Kota Santri mencegah pernikahan di usia dini.
Demikian disampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada kegiatan Doa Bagi Kota dan Bangsa dan KKR yang digelar oleh Perkumpulan Umat Kristiani (Perkumkris) yang digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Senin (28/8/2023).
Menurutnya, salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak adalah pernikahan dini, selain itu pernikahan dini juga menjadi salah satu penyebab angka perceraian yang juga tinggi.
“kita minta pendeta dan saudara yang hadir agar mensosialisasikan kepada saudara kita khususnya anak muda untuk bersekolah terlebih dahulu, karena pernikahan tidak mudah dan bukan satu dua hari akan tetapi tahunan,” katanya.
Selain AKI, Bupati juga menginformasikan program Kudu Sekolah. Bagi anak yang disuruh sekolah tidak mau atau putus sekolah dan mau sekolah kembali akan diberikan bantuan dari APBD. Selain itu bagi anak yang tidak mampu juga diberikan bantuan seragam gratis.
“sehingga tidak ada lasan untuk tidak sekolah bagi anak Kabupaten Pekalongan. Sebelum menjabat, peringkat pendidikan kita menempati 34 se Jawa Tengah, dan setelah saya menjabat Alhamdulillah Kota Santri menempati peringkat 1 se Jawa tengah,” tambahnya.
Masalah lain yang ada di Kabupaten Pekalongan adalah stunting, menurut Fadia masalah tersebut juga masih menjadi PR. Dirinya meminta kepada ibu-ibu yang hamil untuk memeriksakan kehamilan di Puskesmas terdekat karena sudah ada program kesehatan gratis dari Pemkab.
“jika ada anak stunting di lingkungan bapak/ibu bisa berkomunikasi dengan kepala desa atau camat karena ada progam pemberian makanan dan gizi bagi anak stunting. Juga bagi masyarakat yang mampu bisa menjadi bapak asuh agar anak Kabupaten Pekalongan menjadi sehat semua,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga menyinggung pembangunan Alun-alun Kajen yang saat ini memasuki tahap kedua.