Admin
Sabtu, 19 September 2020


KAJEN - KONI Kabupaten Pekalongan melaksanakan olahraga baru yaitu Petanque yang merupakan sebuah olahraga dari Prancis dan termasuk olahraga kuno yang dikembangkan di Indonesia. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si meminta KONI bersama Pemkab menyusun regulasi tentang Perda olahraga dengan konsultannya diusulkan dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) supaya lebih membumi.
“Saya atas nama Pemkab ucapkan terimakasih kepada UMPP karena di UMPP secara academik, para atlet dan pelaku-pelaku olahraga akan berkolaborasi kepada civitas academika terutama dari program study Penjas UMPP untuk memberdayakan para atlet Kabupaten Pekalongan, ini sudah luar biasa.” Jelas Bupati saat sambutan membuka acara Invitasi Petanque UMPP Cup 2020 di Pekajangan Kedungwuni, Sabtu (19/9).
Bupati ucapkan selamat datang di Kabupaten Pekalongan dan selamat bertanding secara sportif kepada semua atlet terutama yang dari luar daerah. Bupati menjelaskan invitasi Petanque UMPP Cup 2020 adalah sarana sekaligus mempromosikan UMPP yang baru diesnatalis pertama tapi namanya sudah terkenal. Bupati juga terus mensupport agar UMPP segera melejit dan mendapat apresiasi bukan hanya dari masyarakat Kabupaten Pekalongan tapi juga dari masyarakat luar Pekalongan.
Bupati juga ucapkan terimakasih kepada KONI dan seluruh atlet yang telah bersama-sama membangun olahraga petanque ini untuk bersilaturahmi serta mengadu sportivitas, serta Bupati berharap hal ini dapat bermanfaat untuk semua pihak.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Eko selaku ketua KONI Kabupaten Pekalongan memaparkan bahwa Petanque yang ada di Kabupaten Pekalongan masih baru namun bisa menjadi tren dan menjadi kebanggaan di Kabupaten Pekalongan karena KONI Kabupaten Pekalongan memiliki 35 cabang olahraga (cabor) dan direncanakan pada tahun 2020 bisa sampai 40 cabor. Hal ini bertujuan dalam rangka menaikkan prestasi ke digit 10 besar tingkat Jawa Tengah maka cabornya paling tidak ada 40 cabor karena yang dipertandingkan nanti sekitar 54 cabor.
Gus Eko juga menerangkan KONI sudah koordinasi dengan Pemkab, rencananya 2021 regulasi tentang keolahragaan akan dijadikan sebuah peraturan daerah, maka atlet-atlet di Kabupaten Pekalongan yang berprestasi tidak akan ada lagi yang terlantar, dibawah KONI dan Pemkab benar-benar serius menangani atlet dan pelatih di Kabupaten Pekalongan
Gus Eko berharap semua peserta serius untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan UMPP diharapkan bisa mengkoordinasikan dengan perguruan tinggi yang lain di Kabupaten Pekalongan
“ KONI masih punya PR ( Pekerjaan Rumah ) satu, yaitu pendirian Badan Pengembangan Organisasi Mahasiswa Indonesia (BAPOMI), karena BAPOMI Kabupaten Pekalongan belum jalan, maka proses kompetisi untuk meningkatkan prestasi belum bisa singkron, “ ujarnya
Maka UMPP yang memiliki jurusan Penjas diyakini bisa menginisiasi berdirinya BAPOMI di Kabupaten Pekalongan. “ Insya Allah saya yakin UMPP bisa menjadi pelopor keolahragaan di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya
Selanjutnya Gus Eko berharap hal ini adalah suatu bentuk invitasi yang nanti pada tahun 2021 akan diadakan Pekan Olahraga Kabupaten Pekalongan (PORKAP), sehingga untuk warga Pekalongan diharapkan menyiapkan diri karena PORKAP akan menjadi ajang untuk persiapan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2022, sehingga olahraga di Kabupaten Pekalongan dapat lebih baik dan bisa meningkatkan prestasi. (El-Kominfo)
Publisher : aris