Admin
Selasa, 3 Januari 2023


KAJEN - Bertepatan dengan tahun baru 2023, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meninjau lokasi banjir di Desa Pacar, dapur umum, Desa Samborejo dan lokasi pengungsian di Masjid Al Huda Dupantex Tirto, Minggu (1/1/2023)
Banjir yang terjadi di Kabupaten Pekalongan akibat curah hujan tinggi dan limpasan air sungai, membuat ratusan orang mengungsi.
Dalam tinjauan Bupati didampingi langsung suami, Mukhtarudin Ashraff Abu, Asisten II, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kepala DPU, BPBD, Kesbangpol dan serta pejabat setempat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan pada Minggu (1/1/2023) merilis ada 899 jiwa mengungsi di beberapa titik tempat pengungsian. "Data pukul 14.00 WIB, 899 pengungsi itu tersebar di enam titik pengungsian. Yakni Masjid PT Dupantex Tirto, Masjid Nur Khasan Desa Pacar, Tirto, Musala Al Ikhwan Desa Pacar, Masjid Darussalam dan MIS Samborejo, Kecamatan Tirto, dan pabrik Lokatex Siwalan," kata Bupati.
Tinjauan pertama dilakukan di Masjid Dupantek Desa Karangjompo, tercatat ada 85 pengungsi. Kemudian tinjauan dilanjutkan ke Masjid Nur Khasan Desa Pacar terdapat 47 pengungsi. Terakhir adalah meninjau pengungsi di Mushola Al Ikhwan terdapat 31 pengungsi.
Menurut bupati, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu langganan banjir utamanya di wilayah bawah. “kita rencanakan akan memperbanyak pompa air di Kecamatan Tirto agar banjir dapat tertangani,” ungkapnya.
Pihaknya meminta kepada BPBD, Dinsos, dan Dinkes untuk selalu standby di tempat pengungsian. “saya minta kebutuhan para pengungsi bisa tercukupi dan memperhatikan kesehatan mereka terutama naka-anak dan bayi,” pinta Fadia. (red)