Admin
Jumat, 21 Agustus 2020


KAJEN –BUMDES Desa Bebel Kecamatan Wonokerto bekerjasama dengan PT Pertamina Tegal membuka Pertashop di Desa Bebel Kecamatan Wonokerto . Pertashop ini diresmikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si pada hari ini, Jum’at ( 21/08) pagi di Pertashop Desa Bebel. Hal ini merupakan wujud ikhtiar pemerintah melalui struktur pemerintah desa bekerjasama dengan Pertamina memudahkan akses masyarakat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM). Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menjelaskan daerah-daerah Wiradesa, Wonokerto adalah salah satu sentra produksi kerajinan batik dan nelayan. Di Bebel ada lebih dari 200 nahkoda yang sangat profesional . “ Karena struktur masyarakat yang seperti itu maka tentu perputaran uang di Kabupaten Pekalongan itu 2 daerah yang cukup besar, Kedungwuni dan Wiradesa karena Wonokerto ada di Wiradesa . Dari 6 Triliun total jumlah PDRB Kabupaten Pekalongan , hampir setengahnya disumbang dari Kedungwuni dan Wiradesa, karena Wiradesa masuknya wonokerto plus Wiradesa, “ungkap bupati.
Lebih lanjut Bupati mengatakan uang yang ada di Kabupaten Pekalongan jumlahnya sekitar 6 Triliun. Itu dari APBD 2,5 Triliun. Kemudian ditambah 6 Triliun. Sehingga Kira-kira ada sekitar 8-9 Triliun uang yang berputar. Tinggal bagaimana memanfaatkan uang yang berputar itu untuk menambah penghasilan masyarakat.
Kemudian Bupati juga mengungkapkan Pertumbuhan ekonomi kabupaten Pekalongan tumbuh di angka 5,78 bahkan sudah mendekati angka 6 sebelum adanya musibah covid. Hal ini dinilai bagus karena diatas provinsi dan nasional. Namun mulai bulan Mei semenjak ada covid 19 tentu terjadi perlambatan bahkan nasional saat ini angkanya -5,12. Di Kabupaten Pekalongan juga minus, tapi tak separah nasional. Hal Ini dimaknai bahwa proses produksi di Kabupaten Pekalongan masih tetap berjalan. Selain itu, sebanyak 43 ribu UKM dan UMKM di Kabupaten Pekalongan juga masih jalan.
Yang penting, menurut bupati, dirinya memacu seluruh kepala desa agar kreatif karena rata-rata per desa mendapat dana desa sebesar 1,3 Milyar. Demikian juga Kelurahan mendapat hampir sama dengan dana desa.
“ Tahun 2020-2021 saya dapat yang namanya Perpres no. 79 tahun 2019 yang jumlahnya 3,5 Triliun dari APBN. Digunakan untuk pembangunan pasar Wiradesa senilai 93 Milyar, nanti Fly over di Waru hampir 300 Milyar, di Wonokerto sendiri dianggarkan sekitar 80-an Milyar. Kemudian di Mulyorejo , untuk pembangunan tanggul sebesar 38 Milyar. Nanti kita juga akan bangun bendungan senilai 1,2 Triliun di Kecamatan Talun yang airnya akan mengaliri air minum sampai ke Wonokerto., “ paparnya.
Dengan diresmikannya Pertashop Desa Bebel bupati berharap bisa menjadi kekuatan sumber PADS Kemudian Kalau BUMDES bisa melakukan akselerasi untuk pengayaan unit usahanya, maka harapannya nanti setiap unit usaha mendatangkan deviden. Devidennya diarik lagi masuk ke BUMDES kemudian sharing ke desa sehingga desa punya sumber pendapatan lain-lain yang sah. Dan ini semakin mempercapat pembangunan di desa.
bupati juga menghimbau etelah infrastruktur selesai, kepala desa harus melakukan pemberdayaan masyarakat yang belum mampu, belum bisa sekolah, belum bisa hidup layak harus dibackup pakai dana desa. “ Ayo cari duit sebanyak-banyaknya kemudian kembalikan lagi untuk kemakmuran desa. Inilah esensi paling penting dari adanya dana desa , “ pintanya.
Sementara itu Sales Branch Manager III PT Pertqmina Tegal, Dimas Aji Kharisma mengatakan produk yang dijual adalah pertamax karena ini sesuai perjanjian kerjasama Kemendagri dan Pertamina . Di kabupaten Pekalongan ada 4 Pertashop, yaitu Di Desa Kalirejo Kecamatan Talun, Desa kandangserang Kecamatan Kandangserang, Desa karanganyar Kecamatan Tirto dan Desa Bebel Kecamatan Wonokerto ( Ar-Kominfo)
Publisher : aris