Admin
Selasa, 4 Agustus 2026


KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong terbukanya akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Kajen Career Expo 2026 yang digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan ribuan peluang kerja dari berbagai sektor sebagai upaya mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi melalui konsep Rumah Siap Kerja Kajen.
“Rumah Siap Kerja Kajen disiapkan agar ketenagakerjaan, pelatihan, hingga penempatan kerja dapat saling terhubung. Ketika masyarakat sudah memiliki keterampilan dan mendapatkan pekerjaan, maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi. Apalagi jika dikombinasikan dengan pengembangan ekonomi kreatif, tentu akan semakin selaras,” ujar Sukirman.
Menurutnya, Kajen Career Expo yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para pencari kerja, baik lulusan baru (fresh graduate) maupun tenaga kerja berpengalaman, terlihat antusias mendaftar di berbagai perusahaan yang membuka lowongan.
“Dari yang kita lihat langsung, banyak pencari kerja yang datang dan mendaftar di berbagai bidang. Bahkan ada yang mendaftar lebih dari satu perusahaan,” katanya.
Sukirman mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut tersedia sekitar 2.300 lowongan pekerjaan dari berbagai bidang. Ia berharap seluruh peluang kerja tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu langkah untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Pekalongan.
“Ini merupakan salah satu upaya menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kabupaten Pekalongan sudah mengalami penurunan dari 3,29 persen menjadi 3,24 persen. Ke depan akan terus kita dorong agar semakin turun,” jelasnya.
Menanggapi adanya keluhan pencari kerja terkait batasan usia dalam persyaratan lowongan, Sukirman menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan keterampilan.
“Memang menjadi tugas pemerintah untuk memfasilitasi pelatihan-pelatihan. Meskipun usia seseorang sudah melewati batas yang dipersyaratkan, jika keterampilannya memadai dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, peluang untuk diterima tetap terbuka,” tuturnya.
Selain memperluas peluang kerja di dalam daerah, Pemkab Pekalongan juga akan berupaya menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat terkait program ketenagakerjaan yang lebih luas, termasuk peluang kerja luar negeri melalui program pelatihan.
“Kita akan mencoba berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui dinas terkait. Di tingkat pusat juga ada program seperti SMK Go Global yang memberikan pelatihan bagi lulusan SMA/SMK sebelum bekerja ke luar negeri. Mudah-mudahan program seperti itu juga dapat menjangkau daerah,” ungkapnya.
Sukirman juga menegaskan komitmen Pemkab Pekalongan untuk memastikan proses rekrutmen tenaga kerja berlangsung secara transparan dan bebas dari praktik pungutan maupun percaloan.
“Ini menjadi bagian dari masa lalu yang harus kita perbaiki. Kita sudah berkomitmen dan bekerja sama dengan perusahaan agar proses rekrutmen berikutnya berjalan bersih, gratis, tanpa pungutan, tanpa melalui calo maupun perantara siapa pun,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pencari kerja yang mengikuti Kajen Career Expo, Nadia Nurlaili Umi Latifah, asal Kajen, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi para pencari kerja untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai peluang pekerjaan.
Nadia yang merupakan lulusan Ilmu Politik Pemerintahan mengaku masih mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Menurutnya, beberapa lowongan yang tersedia lebih banyak berada pada bidang yang membutuhkan tenaga laki-laki atau pekerjaan lapangan.
“Setelah melihat-lihat lowongan yang tersedia, kebanyakan membuka posisi seperti pekerjaan luar negeri, salesman, atau retail outlet. Saya masih mencari yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya,” ujarnya.
Ia menilai persaingan mencari pekerjaan saat ini cukup ketat karena jumlah lulusan perguruan tinggi terus meningkat, sementara pertumbuhan lapangan kerja belum selalu sebanding.
“Menurut saya persaingan semakin ketat. Jumlah sarjana semakin banyak, tetapi tidak dibarengi dengan jumlah lapangan pekerjaan yang semakin banyak juga. Jadi memang cukup sulit,” kata Nadia.
Terkait batasan usia dalam lowongan kerja, Nadia berharap perusahaan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi pencari kerja dari berbagai kelompok usia.
“Banyak lowongan yang memberikan batas usia maksimal 24, 25, atau 26 tahun. Padahal ada juga pencari kerja yang terkena layoff, berhenti bekerja, atau membutuhkan pekerjaan di usia 30 tahun ke atas maupun 40 tahun ke atas. Hal itu mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi perusahaan,” pungkasnya.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).