Admin
Kamis, 18 Juni 2026


KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan, Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis data perekonomian daerah, khususnya untuk memetakan perkembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan berbagai aktivitas usaha masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sukirman usai menghadiri Pencanangan dan Pengukuhan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas data ekonomi yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengembangan usaha di Kabupaten Pekalongan.
“Ini menjadi hal yang sangat positif untuk meningkatkan kualitas data perekonomian kita, khususnya jumlah UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh warga Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Pekalongan sebenarnya telah berjalan. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah menggelar apel siaga sebagai bentuk kesiapan petugas sebelum turun ke lapangan.
Saat ini, petugas sensus tengah melakukan pendataan hingga ke pelosok desa guna memastikan seluruh aktivitas usaha masyarakat dapat terdata secara menyeluruh dan akurat.
Karena itu, Sukirman mengimbau masyarakat untuk menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan informasi yang benar serta lengkap agar hasil pendataan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah.
“Kami berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan menerima petugas sensus ini agar data ekonomi kreatif dan berbagai usaha yang dijalankan masyarakat dapat terdaftar dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh kepala daerah dan masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data yang akurat merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
"Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus didasarkan pada data yang valid sehingga pemerintah dapat menentukan langkah pembangunan secara tepat sasaran," terangnya.
Ahmad Luthfi juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2026 mencapai 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Di sisi lain, angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen.
Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengatakan, Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan jumlah usaha yang hampir mencapai 5 juta unit atau sekitar 15,25 persen dari total usaha di Indonesia.
Menurut Sonny, kualitas pelaksanaan Sensus Ekonomi di Jawa Tengah akan sangat menentukan kualitas data ekonomi nasional.
"Keterlibatan sekitar 36 ribu petugas sensus dan dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendataan yang diharapkan menjadi pijakan kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di masa mendatang," pungkasnya.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).