Admin
Senin, 8 Juni 2026


KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyambut kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Minggu (7/6/2026) sore.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah haji Kloter 11 yang berjumlah 91 orang dalam keadaan sehat dan selamat.
"Alhamdulillah, pada sore hari ini kita menyambut kepulangan jamaah haji Kabupaten Pekalongan, khususnya yang masuk dalam Kloter 11. Kloter ini terdiri dari 91 jamaah dan semuanya telah kembali dalam keadaan sehat, selamat, dan aman," ujarnya.
Siti Masruroh menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pemberangkatan hingga kepulangan jamaah ke daerah asal. Dengan tibanya Kloter 11, rangkaian fasilitasi untuk kelompok tersebut telah terlaksana dengan baik, dan berikutnya masih ada kloter 12, 13, dan 14.
Ia berharap seluruh jamaah haji yang telah menunaikan rukun, wajib, serta sunah haji dan umrah selama berada di Tanah Suci dapat memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh.
Selain itu, para jamaah diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan kemabruran hajinya melalui peningkatan kualitas ibadah, menjaga akhlak, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Kami berharap seluruh jamaah dapat terus menjaga kemabruran hajinya dengan meningkatkan ibadah, menjaga akhlak, dan memperkuat kepedulian sosial. Hal tersebut menjadi harapan besar bagi kita semua," tambahnya.
Saat ditemui usai penyambutan jamaah haji di Kabupaten Pekalongan, Ahmad Subkhi menyampaikan bahwa dirinya bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji berkat pertolongan Allah SWT.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT sehingga saya bersama rombongan dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sebaik-baiknya, baik rukun, wajib, maupun sunah-sunahnya,” ujarnya.
Menurut Ahmad, ibadah haji tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga sarana untuk melatih kesabaran dan keteguhan hati. Berbagai tantangan yang dihadapi selama berada di Tanah Suci justru menjadi pelajaran berharga bagi para jamaah.
Ia menuturkan bahwa setiap tahapan ibadah memerlukan perjuangan dan kesabaran, terutama saat pelaksanaan wukuf di Arafah, perjalanan menuju Mina, hingga berjalan kaki menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah.
“Semua membutuhkan perjuangan. Jamaah harus memiliki fisik yang kuat, kesabaran yang tinggi, dan kesiapan mental untuk menjalani setiap rangkaian ibadah,” katanya.
Selain tantangan dalam menjalankan ibadah utama, Ahmad juga mengungkapkan bahwa aktivitas sehari-hari selama berhaji, seperti mengantre untuk menggunakan fasilitas umum, turut mengajarkan arti kesabaran.
“Bahkan untuk ke kamar mandi pun terkadang membutuhkan kesabaran. Dari situ kami belajar bagaimana menghadapi berbagai ujian dengan ikhlas dan tetap menjaga semangat beribadah,” tambahnya.
Penyambutan jamaah haji tersebut berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan dari keluarga maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang turut menyambut kedatangan para tamu Allah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.