IndonesiaEnglish

Advertisement
FAKTOR PENCETUS DAN GEJALA DINI PEMAKAIAN NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif)
[ Senin, 28 Juni 2010 ]
Faktor Predisposisi

Alasan/ latar belakang penggunaan NAPZA berbeda-beda, namun biasanya akibat interaksi beberapa faktor. Beberapa orang mempunyai risiko yang lebih besar menggunakannya karena sifat atau latar belakangnya yang disebut faktor resiko tinggi atau daktor kontributf yang dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu faktor individu dan faktor lingkungan.

Faktor Individu, meliputi :
  • rasa ingin tahu yang kuat dan ingin mencoba
  • tidak bersikap tegas terhadap tawaran/ pengaruh teman sebaya
  • penilaian diri yang negatif (low self-esteem) seperti merasa kurang mampu dalam pelajaran, pergaulan, penampilan diri atau tingkat/status sosial ekonomi yang rendah
  • rasa kurang percaya diri (low self-confiedence) dalam menghadapi tugas
  • mengurangi rasa tidak enak, ingin menambah prestasi
  • tidak tekun dan cepat jenuh
  • sikap pemberontak terhadap peraturan/tata tertib
  • pernyataan diri sudah dewasa
  • identitas diri yang kabur akibat proses identifikasi dengan orangtua/penggantinya yang kurang berjalan dengan baik, atau gangguan identitas jenis kelamin, merasa diri kurang jantan
  • depresif, cemas, hiperkinetik
  • persepsi yang tidak realistis
  • kepribadian dissosial (perilaku menyimpang dari norma yang berlaku)
  • pernghargaan sosial yang kurang
  • keyakinan penggunaan zat sebagai lambang keperkasaan atau kemodernan (anticipatory belief)
  • kurang menghayati ajaran agama.


Faktor Lingkungan, meliputi :
  • mudah diperolehnya zat NAPZA
  • komunikasi orangtua dengan anak yang kurang efektif
  • hubungan antar orangtua (ayah-ibu) yang kurang harmonis
  • orangtua atau anggota keluarga lainnya menggunakan zat NAPZA
  • lingkungan keluarga terlalu permisif atau bahkan sebaliknya terlalu ketat dalam disiplin
  • orangtua yang otoriter atau dominan
  • berteman dengan pengguna zat NAPZA
  • tekanan kelompok sebaya yang sangat kuat
  • ancaman fisik dari teman atau pengedar
  • lingkungan sekolah yang tidak tertib
  • lingkungan sekolah yang tidak memberi fasilitas bagi penyaluran minat dan bakat para siswanya.

Tingkat Pemakaian Zat Napza

Terdapat beberapa tingkatan pemakaian zat NAPZA, yaitu :

  • Pemakaian coba-coba (experimental use) yang bertujuan hanya ingin mencoba memenuhi rasa ingin tahu. Sebagian pemakai berhenti menggunakannya dan sebagian lain meneruskan.
  • Pemakaian sosial (social use) yang bertujuan hanya untuk bersenang-senang (saat rekreasi atau santai). Sebagian pemakai tetap bertahan pada tahap ini, namun sebagian lagi meningkat ke tahapan selanjutnya.
  • Pemakaian situasional (situational use), pemakaian pada saat mengalami keadaan tertentu (ketegangan, kesedihan, kekecewaan) dengan maksud menghilangkan perasaan tersebut.
  • Penyalahgunaan (abuse), pemakaian sebagai suatu pola penggunaan yang bersifat patologis/klinis (menyimpang), minimal satu bulan lainnya, dan telah terjadi gangguan fungsi sosial atau pekerjaannya.
  • Ketergantungan (dependence), telah terjadi toleransi dan gejala putus zat, bila pemakaian zat dihentikan atau dikurangi atau tidak ditambah dosisnya
 
Gejala Dini Penyalahgunaan Narkoba Pada Anak Remaja / Sekolah

CIRI-CIRI UMUM :
- Susah diajak bicara
- Mulai sulit untuk diajak terlibat dalam kegiatan keluarga
- Mulai pulang terlambat tanpa alasan
- Mudah tersinggung
- Mulai berani bolos

CIRI-CIRI PENYALAHGUNAAN NARKOBA :

Perubahan Fisik dan Lingkungan Sehari-hari
  • Jalan sempoyongan, bicara pelo, tampak terkantuk-kantuk
  • Kamar tidak mau diperiksa atau selalu terkunci
  • Sering menerima telepon atau tamu yang tidak dikenal
  • Ditemukan obat-obatan, kertas timah, jarum suntik, korek api di kamar / di dalam tas
  • Terdapat tanda-tanda bekas suntikan atau sayatan dibagian tubuh
  • Sering kehilangan uang/barang di rumah
  • Mengabaikan kebersihan diri
Perubahan Perilaku Sosial
  • Menghindari kontak mata langsung
  • Berbohong atau manipulasi keadaan
  • Kurang disiplin
  • Bengong atau linglung
  • Suka membolos
  • Mengabaikan kegiatan ibadah
  • Menarik diri dari aktivitas bersama keluarga
  • Sering menyendiri atau bersembunyi di kamar mandi, di gudang atau tempat- tempat tertutup

Perubahan Psikologis
- Malas belajar
- Mudah tersinggung
- Sulit berkonsentrasi

DAMPAK PSIKOLOGIS & SOSIAL LAIN SECARA UMUM

- Emosi yang tidak terkendali
- Kecenderungan berbohong
- Tidak memiliki tanggung jawab
- Hubungan dengan keluarga, guru dan teman serta lingkungannya terganggu
- Cenderung menghindari kontak komunikasi dengan orang lain
- Merasa dikucilkan atau menarik diri dari lingkungan
- Tidak peduli dengan nilai atau norma yang ada
- Cenderung melakukan tindak pidana kekerasan

RESIKO PEMULIHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA
  • Umumnya seorang pengguna Narkoba membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan kondisi fisik, psikis dan sosial. Dalam tahap pemulihan untuk kembali pada kondisi yang wajar, korban harus menjalani program rehabilitasi
  • Dibutuhkan biaya yang besar, waktu, upaya, kerja keras, disiplin, niat yang kuat dan kerjasama antara keluarga dan lembaga/pusat rehabilitasi untuk pemulihan
  • Tidak ada jaminan sama sekali bahwa ia tidak dapat kambuh/menggunakan lagi, sekalipun seorang pecandu sudah pulih beberapa tahun. Pemulihan adalah perjuangan seumur hidup.
Dihimpun dari sumber:
Artikel & Tips dari website http://www.bnn.go.id