

| AIR BERSIH UNTUK PENURUNAN MORTALITAS BALITA |
| [ Rabu, 10 Pebruari 2010 ] | |
|
Di Indonesia, dua dari empat penyakit penyebab kematian balita adalah
diare dan typus. Penyakit ini disebabkan oleh sanitasi yang buruk.
Hal ini disadari oleh Pemerintah untuk pengurangan angka kematian
tersebut dengan penyediaan sarana air bersih kepada masyarakat. “Sudah menjadi kesadaran kita bersama bahwa air bersih merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Setiap orang harus mendapatkannya dan pemenuhannya tidak bisa ditunda karena kebutuhan ini bersifat terus menerus”, Ungkap Ir. Wahyudi Pontjo Nugroho, MT Wakil Bupati Pekalongan pada acara Sosialisasi Program Pasimas Kabupaten Pekalogan yang berlangsung di Aula lantai I Setda Kab. Pekalongan kemarin (9/2). Lebih lanjut Pontjo menjelaskan, dari laporan monitoring WHO dan UNICEF Tahun 2004, sektor air minum dan sanitasi di Indonesia dinilai masih rendah dibanding dengan Negara-negara lain di Asia Tenggara. Sistem air bersih yang terbangun baru dapat melayani 40 % penduduk perkotaan dan 8 % penduduk pedesaan. Menyadari akan hal tersebut, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan kebijakan tentang penyediaan air minum dimana pemerintah pusat menargetkan melalui program MDG ( Millenium Development Goal ) 2015. Dengan program ini, tahun 2015 nanti ditargetkan pelayanan air minum di perkotaan akan dapat mencapai 80 % dan di pedesaaan 60 %. Wakil Bupati menambahkan, Pamsimas merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan bisa mempercepat tercapainya target program pemerintah tersebut. Program ini telah mulai dilaksanakan dari tahun 2008 dan akan selesai pada tahun 2011. Target hingga tahun 2011 nanti, diharapkan dapat menangani 50 desa rawan air di setiap Kabupaten. Program ini didanai 70 % bersumber dari pinjaman Bank Dunia, pendampingan minimal 10 % dari APBD, serta 20 % dari swadaya masyarakat. Pamsimas menggunakan konsep pembangunan dengan paradigma baru, yaitu suatu pola pembangunan yang memandang masyarakat bukan hanya sebatas sebagai obyek tetapi mereka adalah subjek atau pelaku pembangunan. Prinsip tersebut kita kenal dengan pembangunan berbasis masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam setiap proses pelaksanaan program Pasimas. “Dengan begitu, program ini dalam pelaksanaaanya dapat berjalan lancar “, jelas Wakil Bupati mengahiri sambutannya. (h-/hms) Sumber: Release Humas Setda Kab. Pekalongan |
|



| Visitors: 1880634 |
| We have 25 guests online |