IndonesiaEnglish

Advertisement
WAKIL BUPATI BUKA SEMINAR PENYAKIT GANGGUAN FUNGSI PARU & DIABETES MELLITUS
[ Sabtu, 31 Oktober 2009 ]
Kajen, bertempat di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan (31/10) Wakil Bupati Pekalongan Ir. Wahyudi Pontjo Nugroho, MT membuka Seminar Penyakit Gangguan Fungsi Paru dan Semiloka Penatalaksanaan Penyakit Diabetes Mellitus pada Tingkat Pelayanan Dasar. Dalam sambutannya Wakil Bupati menuturkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) banyak jenisnya, diantaranya penyakit Diabetes Mellitus dan penyakit Paru Obstruksi Kronik. Diperkirakan, kedua jenis penyakit ini akan menjadi masalah kesehatan utama di Jawa Tengah. Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya umur harapan hidup, makin meningkatnya paparan faktor resiko seperti pola makan yang tidak sehat, kurangnya olah raga, paparan asap rokok, serta polusi udara lainnya.


Kasus Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia tahun 2004 sebesar 2.5 juta orang, pada tahun 2005 meningkat sebanyak 3 juta orang. Kemudian pada tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 4 juta orang,dan pada tahun 2007 meningkat lagi menjadi 5 juta orang. Ini berarti dari 40 penduduk menderita DM. Berdasarkan hasil survei, faktor resiko penyakit tidak menular di Jawa Tengah tahun 2006 menyebutkan prevalensi penyakit DM adalah 11%, kenyataan ini sangat memprihatinkan karena masyarakat kebanyakan baru memeriksakan diri ke sarana kesehatan setelah stadium lanjut.

Penyakit tidak menular di Kabupaten Pekalongan yang tercatat di Dinkes Kabupaten Pekalongan dari tahun 2006 s/d 2008 menunjukkan adanya peningkatan. Pada tahun 2006 terdapat 17.354 penderita, tahun 2007 naik 47.029 pederita, kemudian pada tahun 2008 turun menjadi 41.717 pederita. Menurut hasil survai faktor resiko penyakit tidak menular yang dilakukan Dinkes Prov. Jateng tahun 2009 di 35 Kabupaten/Kota, prevalensi perokok aktif pada laki-laki sangat tinggi yaitu 60,3%, sedangkan perokok pasif lebih tinggi sebanyak 73,5%.

Data WHO menyatakan pada tahun 1990 kasus Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) menempati urutan ke-6 sebagai penyebab utama kematian didunia dan pada tahun 2002 telah menempati urutan ke-3. Departemen Kesehata RI melalui Direktorat Penyakit Tidak Menular memprakarsai tindakan yang dirancang secara sistematis untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dengan penyusun kebijakan dan strategi pencegahan serta pengendalian PTM melalui 3 komponen, yaitu surveilans PTM, advokasi dan pencegahan PTM serta peningkatan manajemen pelayanan PTM secara komprehensif.

(Sumber : Kasubag Pemberitaan Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan).