IndonesiaEnglish

Advertisement
BALI NDESO MBANGUN NDESO, OJO LALI KB YO!
[ Jumat, 30 Oktober 2009 ]
Gubernur Jawa Tengah, yang diwakili oleh Assisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Propinsi Jateng Edy Susanto, SH, MSi dan kepala BKKBN Pusat yang diwakili oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera Pelayanan Kesehatan (KSPK) Drs. Pranoto, MSc melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pekalongan dalam rangka Kesatuan Gerak PKK KB – Kesehatan dan launching mobil pelayanan (muyan) KB, Kamis (29/10/09).


Kunker ini diawali dengan meninjau pelaksanaan pelayanan KB Pria atau Medis Operasi Pria (MOP) di RSUD Kajen beserta Ketua TP PKK Prop. Jateng Hj. Sri Bibit Waluyo, Kepala BKKBN Prop. Jateng Dra. Murtiningsih, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Wahyudi Pontjo Nugroho MT, para Assisten dan para kepala SKPD Kab. Pekalongan. Rombongan kemudian menuju ke pendopo rumah dinas Bupati untuk mengikuti acara pencanangan KB dan launching mobil pelayanan KB.

Deputi Bidang KSPK Drs. Pranoto, MSc dalam sambutannya menilai pelaksanaan program KB di Kabupaten Pekalongan telah berjalan dengan baik. Namun hasil perjuangan tersebut masih kalah dengan DI Yogyakarta yang pertambahan penduduknya paling kecil se-Indonesia yaitu 1,8 persen.

Meskipun demikian para kader dan PLKB harus terus waspada dan menggalakkan program KB karena ada tengara tanda-tanda peserta dan program KB terus merosot. Survey penelitian menunjukkan pada tahun 2002-2003 pertambahan penduduk sekitar 2,1%. Pada tahun 2007 bertambah menjadi 2,3%. “Oleh karena itu saya mohon kepada para kader agar terus bekerja keras menggalakan program KB, demkian pula jajaran pimpinan harus selalu mendukung. Sebagai salah satu propinsi besar yang menjadi penyangga utama program KB, apabila berantakan maka akan berakibat pula pada yang lain”, jelasnya.

Sementara itu, Assisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Prop. Jateng Edy Susanto, SH, MSi mengatakan jumlah penduduk yang banyak namun tidak diiringi dengan peningkatan kualitas justru hanya akan menjadi beban nasional. Bicara tentang KB merupakan investasi jangka panjang untuk menghasilkan penduduk yang berkualitas. “Saya harap dengan adanya bantuan operasioanl mobil pelayanan dapat dioptimalkan penggunaannya sehingga para kader/PLKB dapat memperluas cakupannya”, terangnya.

Terwujudnya keluarga kecil yang bahagia sejahtera melalui program KB sesuai dengan visi pemerintahan Jateng saat ini yaitu terwujudnya masyarakat Jateng yang semakin sejahtera. “Jadi mari kita dukung dan tingkatkan pelaksanaan program KB. Bali ndeso mbangun ndeso, ojo lali KB yo…”, imbuh Edy Susanto.

Acara dilanjutkan dengan dialog antara para Sub Klinik Desa (SKD)/kader dengan para narasumber. Permasalahan yang diajukan antara lain anggaran operasional KB yang masih minim, perekrutan petugas penyuluh KB, pendataan, peningkatan pelayanan KB untuk keluarga pra sejahtera. (rizka / Sub Bag Pemberitaan Humas Setda Kab. Pekalongan).