IndonesiaEnglish

Advertisement
Kiat mengemudi, mengendara sepeda motor dan jarak ideal yang aman
[ Rabu, 23 September 2009 ]
Arus mudik - arus balik  menyebabkan lonjakan arus lalu lintas kendaraan dan padatnya jumlah pengendara sepeda motor di jalan. Butuh kewaspadaan dan kehati-hatian agar acara mudik-balik yang penuh dengan semangat kemengan ini berlangsung dengan aman, lancar dan selamat hingga tujuan. "Keselamatan adalah yang paling utama". Kiat/Tips yang disampaikan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah ini rasanya akan sangat berguna untuk diikuti agar prosedur berkendara dan mengemudi aman selama mudik-balik dapat kita wujudkan bersama.


KIAT MENGEMUDI

KIAT 1 : BERPIKIR JAUH

Berpikir jauh akan memudahkan Anda dalam merencanakan Sesuatu, sehingga Anda dapat melakukan gerakan menghindar bahaya pada waktu yang tepat.
Pelajarilah keadaan jalan dan perhatikan baik-baik tanda atau rambu jalan.  Jangan abaikan, karena ada untuk membantu kita.
Tanyakan pada diri Anda sendiri :
Sewaktu mendekati pertigan jalan :
Dapatkah pengemudi lain melihatku ?   Yakinkah aku, bahwa mereka melihatku ?  Dapatkah aku menghindari bahaya seandainya mereka membahayakanku ?
Sewaktu mendekati tikungan jalan :
Seberapa tajam tikungan itu ? Tepatkah kecepatanku ? Benarkah posisi / jalurku ?
Sewaktu lampu lalu lintas berwarna hijau :
Apakah lampu akan segera berubah ? Punyakah aku waktu untuk berhenti ? Dapatkah kendaraan dibelakangku berhenti?

 
KIAT 2 : ANTISIPASI
 
Perkirakan hal-hal yang menyebabkan kecelakaan yang  bakal terjadi. Untuk itu, Anda harus berpikir kedepan.
Setelah Anda berpikir kedepan  tentang kondisi lalu lintas yang  akan terjadi,  Anda harus siap  mengantisipasi gerakan  kendaraan lain disekitar Anda.
Tanyakan pada diri Anda sendiri :
Apabila Anda ingin mendahului,   akankah ia mendahului atau berbelok?    Sewaktu saya keluar jalur ? Adakah ruang untuk masuk jalur lagi ?  Adakah tikungan di depanku ?
Sewaktu kendaraan lain mendekat, apakah kendaraan itu bergerak lebih  cepat dari yang saya duga ?   Adakah kendaraan yang akan keluar jalur   dibalik kendaraan yang bergerak lambat?  Apakah kendaraan dibelakang saya akan   mendahului ?
Sewaktu melewati mobil yang sedang parkir , Adakah pintu mobil yang akan dibuka ?  Adakah orang yang akan keluar dari   sela-sela mobil yang sedang parkir ?  Adakah kendaraan yang akan keluar   dari parkir ?
 
KIAT 3 : PENGENDALIAN
 
Keamanan Anda tergantung pada diri Anda sendiri.
Semakin tinggi tingkat pengendalian kendaraan dan jalan, akan semakin amanlah Anda.
Anda harus berhati-hati dengan kondisi jalan dan lalu lintas yang membingungkan.
Tanyakan pada diri Anda sendiri :  Dimanakah posisi kendaraan Anda ? Dapatkah saya melihat dan dilihat ? Apakah gerakan saya dibatasi kendaraan lain.  Adakah ruangan untuk penyelamatan ?
Bagaimanakah kecepatan Anda ? Dapatkah saya segera berhenti bila kendaraan  didepan berhenti mendadak ? Apakah saya terlalu cepat mengingat kondisi jalan yang ada sekarang ?
Apakah gigi kecepatan saya sudah tepat untuk keluar dari titik/ rawan ?
Bagaimana kondisi jalan : Apakah jalan bergelombang, berbatu atau basah ? Apakah ada permukaan metal / logam didepan ? Apakah saya dapat mengatasi selip ?   
 
KIAT 4 : LARANGAN
 
Pengemudi yang aman tidak boleh hanya memikirkan kendaraan sendiri. Tetapi selalu mempertanyakan gerakan pengguna jalan lainnya.
Pengemudi yang aman selalu berkonsentrasi penuh dan selalu mengendalikan kendaraannya.  Ia selalu mengemudi dengan cara yang positif dan percaya diri diantara keterbatasan kecepatan dan kondisi lalu lintas.
Pengemudi haris berpikir jauh kedepan, mengantisipasi bahaya dan memelihara kendali.
Mengapa mengemudi harus aman ? Lima puluh persen korban kecelakaan sepeda motor diakibatkan karena adanya kendaraan lain yang memotong jalur sepeda motornya.
Dengan mengemudi defensif akan mencegah Anda memperbesar angka statistik kecelakaan!

PETUNJUK MENGENDARAI SEPEDA MOTOR   


1. Pusatkan Perhatian
Pusatkan perhatian Anda dan jangan terpengaruh kelakuan pengendara lain. Patuhilah petunjuk petugas, rambu-rambu dan isyarat lalu lintas serta marka jalan.

2. Beri Kesempatan Pada Orang Lain.
Ketika mendekati persimpangan, anggaplah semua kendaraan seolah-olah akan belok ke kanan mendahului Anda. Disini Anda siap siap menghindar. Kalau mau aman, beri kesempatan lebih dahulu.

3. Jaga Jarak
Jangan menempel rapat dengan mobil maupun sepeda motor lain, karena bila kendaraan di depan selip atau berhenti mendadak, Anda tak punya kesempatan atau jarak untuk mengelak. Sekalipun sudah membuat jarak, tetap siaga untuk melakukan antisipasi.

4. Waspadalah Mobil di Depan
Apalagi menguntit bus, Amati penumpang di dalamnya atau gerak tangan kondektur. Sebab bus bisa berhenti atau membelok secara mendadak.

5. Atur Kecepatan
Sesuai kecepatan dengan reaksi, terlebih di sore hari (pulang kerja atau setelah menempuh perjalanan jauh. Seba respon para pengendara tidak secepat di pagi hari (awal berkendara).

6. Di Lampu Merah (Trafic Light)
Sewaktu hijau menyala, jangan langsung tancap gas. Sikap demikian sangat ceroboh dan mengundang bahay, dapat berakibat fatal.

7. Perhatikan Kaca Spion
Dengan begitu, Anda bisa mendeteksi kendaraan lain dan pergerakanya di belakang

8. Membaca Arah Mobil di Depan
Perhatikan wajah pengendara melalui spion mobil itu.

9. Perhatikan Pergerakan Isyarat
Selain isyarat kepala dan pandangan, gerak tangan di kemudi juga bisa dideteksi, gerak mobil juga bisa dipantau melalui marka jalan. Apakah semakin menjauh atau menutup garis putih.

10. Saat Akan Mendahului
Sebelum mendahului, buat jarak sambil mengarahkan motor ke kanan, sehingga anda bisa melihat kendaraan dari depan. Lalu bunyikan klakson, kalu kurang yakin nyalakan lampu jauh (beam).

11. Ketika Mendahului
Jangan terlalu mepet, karena jika kendaraan yang didahului/disalib tiba-tiba pindah jalur, anda tidak bisa menghindar.

12. DI Daerah Padat Lalu Lintas
Ditingkatkan kewaspadaan, terutama terhadap angkutan umum (truk dan kendaraan besar) yang berhenti seenaknya. Juga pekalan kaki, karena saat jalan macet, kadang mereka muncul mendadak atau menyebrang jalan tanpa menoleh kanan-kiri terlebih dahulu.

13. Di Sela-sela Mobil
Jangan memaksa diri untuk melakukan manuver di sela-sela mobil. sangat berbahaya jika tiba-tiba ada kendaraan atau orang nyelonong, Anda tidak punya ruang untuk mengelak.

14. Melihat Fatamorgana
Bila dari jauh Anda melihat fatamorgana, sekalipun suasana lalu lintas sangat lengang, tetap kurangi kecepatan kendaraan. Mungkin saja itu adalah ceceran oli, air atau aspal jalan yang meleleh.

15. Mendekati Terminal/Pool Bus
Di pintu masuk terminal / pool bus atau pintu keluarnya sering terdapat bekas tumpahan oli. Kondisi serupa juga terdapat di pangkalan truk, pompa bensin, bengkel atau pabrik.

16. Waspadalah Buka Pintu Mobil
Memasuki jalan yang banyak terdapat mobil di parkir, jaga jarak ketika melintasi disampingnya, minimal melebihi bukaan pintu mobil

17. Antisipasi Geraka Mobil
Selalu waspada gerakan mobil di depan. Karena terkadang pengendara lupa menyalakan lampu sen / isyarat.

18. Melintasi Rel Kereta APi
Jangan tancap gas ketika melintasi rel kereta. Begitu pula di permukaan yang mengandung metal / Logam (seperti Jemabatan) karena dalam kondisi panas bisa mengurangi daya cengkram ban dan licin bila dalam keadaan basah.

19. Posisi Gigi Kecepatan / Persneling
Emosi jangan mudah terpancing dengan adanya suasana yang tidak menguntungkan, apalagi adanya kebut-kebutan. Lebih baik berhenti dahulu sesaat untuk mengantisipasi penyebrang jalan yang ragu.

MENGETAHUI JARAK IDEAL DALAM BERKENDARA

Kecep (km/jam)

Jarak Aman (meter)

Jarak ideal (meter)

30

15

30

40

20

40

50

25

50

60

40

60

70

50

70

80

60

80

90

70

90

100

80

100

120

100

120


Sumber : http://www.info-lantas.com/detail_tips.php