BUPATI SAMPAIKAN LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN (LKPJ) TH.2006

Surel Cetak PDF

Kajen,Senin 9 April 2006. Bertempat di ruang sidang DPRD Kabupaten Pekalongan, berlangsung sidang paripurna untuk mendengarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pekalongan Tahun 2006 kepada DPRD Kabupaten Pekalongan.


Sidang paripurna tersebut dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Unsur Muspida, PN, PA, Sekda, para Asisten Sekda, para Kepala Badan, Dinas, Kantor, Bagian, Camat se Kabupaten Pekalongan, para Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Parpol, Ormas dan wartawan.

Dalam laporannya Bupati Pekalongan Dra.Hj. Siti Qomariyah, MA, atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun 2006 di hadapan sidang paripurna DPRD Kab. Pekalongan.

Bupati menyampaikan bahwa penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Tahun 2006 ini sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.  Pada pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 diatur bahwa Kepala Daerah mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada Pemerintah, dan memberikan Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban kepada DPRD serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat. Laporan Keterangan Pertangungjawaban kepala daerah yang disampaikan kepada DPRD memuat keterangan mengenai realisasi program dan kegiatan yang telah disepakati dalam arah kebijakan umum APBD sampai dengan akhir tahun anggaran. Sedangkan keterangan tentang realisasi atas pelaksanaan APBD memuat tentang aliran kas, neraca dan aset-eset Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dan akan disampaikan setelah selesainya pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa secara tekstual, Laporan Keterangan Pertanggungjawan Bupati Pekalongan Tahun 2006 ini mengandung 3 (tiga) aspek administratif penilaian kinerja.  Ketiga aspek tersebut : Pertama, Aspek Administrasi Publik, yang berkaitan dengan penilaian kinerja dari segi kuantitas dan kualitas hasil pelaksanaan program dan kegiatan, serta efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pelayanan publik. Kedua adalah Aspek Keuangan, yang berkaitan dengan kinerja penggalian dan pengembangan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pendapatan lain-lain yang bersifat sah, serta bagaimana dapat menekan pengeluaran yang mengarah pada efisiensi. Ketiga adalah Aspek Pencapaian Hasil Fisik dan Manfaatnya.  Aspek ini menekankan pada penilaian terhadap hasil-hasil fisik secara nyata sebagai indikator kinerja.

Proses penyusunan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2006 menurut penjelasan Bupati Pekalongan, merupakan pelaksanaan tahun keempat dari proses penyusunan anggaran berbasis kinerja mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002.  Dengan melandaskan pada anggaran berbasis kinerja diharapkan penyusunan APBD Kabupaten Pekalongan dapat mensinergikan serta mewujudkan keterpaduan antar sektor sehingga dapat terwujud visi Kabupaten Pekalongan sekaligus mengurangi adanya tumpang tindih (duplikasi) rencana kerja serta meningkatkan keterkaitan antara keluaran (output) dan hasil (outcomes) yang dicapai.

Bupati menyampaikan bahwa APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2006 telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2006. Dalam pelaksanaannya mengalami perubahan yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2006.

Dalam laporannya Bupati menyampaikan bahwa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun 2006, terdiri dari 2 (dua) buku, dengan materi Buku I merupakan Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban, Buku II memuat kebijakan umum dan uraian rinci pelaksanaan APBD dalam Tahun Anggaran 2006.  Dalam buku II ini juga dicantumkan kegiatan-kegiatan Tugas Pembantuan yang dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan, serta Pelaksanaan Tugas Umum Pemerintahan.

Bupati Pekalongan menggambarkan pencapaian hasil pembangunan pada 2006, yang secara sekelumit akan disampaikan cuplikan dari LKPJ Bupati Pekalongan th.2006 sebagai berikut :

Kondisi Makro Ekonomi Daerah :
Secara makro kinerja perekonomian daerah bisa dilihat dari angka Produk Domestik Bruto (PDRB), pendapatan per kapita dan tingkat inflasi. Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) Kabupaten Pekalongan  tahun 2006 atas harga berlaku sebesar Rp. 4.471.142.050.000,- meningkat 12,06 % dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp 3.990.049.282.000,- .

Sedangkan atas dasar harga konstan, PDRB Kabupaten Pekalongan pada tahun 2006 sebesar  Rp 2.704.784.287.000,- meningkat sebesar 2,81 % dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp 2.600.855.961.000,-. Hal tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan sektor pertanian dan  jasa yang cukup signifikan.

Untuk pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Pekalongan tahun 2006 sebesar Rp. 5.025.532,- meningkat 24,81 % dibanding pendapatan per kapita tahun 2005 sebesar Rp. 4.026.593,-

Laju inflasi di Kabupaten Pekalongan tahun 2006 sebesar 6,55 % jauh lebih rendah dibanding tahun 2005 yang mencapai 16,93 % yang disebabkan oleh harga-harga berbagai macam komoditas yang relatif stabil dan tidak adanya kenaikan BBM sehingga ikut menekan kenaikan laju inflasi pada tahun 2006.  Tingkat inflasi sebesar 6,55 % tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan harga pada sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya, sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya serta sub kelompok pendidikan.

Penduduk, Kesempatan Kerja dan Kemiskinan :
Jumlah Penduduk Kabupaten Pekalongan tahun 2006 sebanyak 891.442 jiwa, sementara jumlah penduduk tahun 2005 tercatat 886.398 jiwa (bertambah 5.044 jiwa) atau tumbuh sebesar 0,57 %.

Tingkat kesempatan kerja tahun 2006 dibanding tahun 2005 terjadi penurunan dari 1.662 pada tahun 2005 menjadi sebesar 1.471 pada tahun 2006.

Dari sisi kesejahteraan tenaga kerja dapat dilihat dari tingkat Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) pekerja dan tingkat Upah Minimum yang diterima pekerja (UMK).  Untuk Kabupaten Pekalongan tingkat KHM dan UMK pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 679.000,- dan Rp. 565.000,- meningkat dibandingkan tahun 2005 yaitu sebesar Rp 606.146,- dan Rp 500.000,-. Penentuan tingkat KHM dan UMK di tiap daerah ditentukan berdasarkan kesepakatan tiga pihak (Tripartit), yaitu Pemerintah Daerah, Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Serikat Pekerja, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan pasar pada saat itu.

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pekalongan tahun 2006 sebanyak 207.644 jiwa atau 23,29 % dari jumlah penduduk, menurun dibanding tahun 2005, sebanyak  219.332 jiwa atau 24,74 %.

Pangan dan Gizi, Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat :
Dalam rangka mengatasi kerawanan pangan dan gizi pada tahun 2006 telah dilakukan berbagai langkah yang ditujukan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi maupun perbaikan kualitas pangan. Produksi padi tahun 2006 sebesar 224.605 ton mengalami kenaikan sebesar 1,01 % dibanding tahun 2005  sebesar  222.766 ton.  Ketersediaan pangan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2006 sebanyak 127.206 ton sedangkan untuk kebutuhan pangan di Kabupaten Pekalongan adalah sebesar 116.739 ton, sehingga terdapat surplus sebesar 10.467 ton.

Dari hasil analisis kerawanan pangan dan gizi yang dihitung berdasarkan indikator status gizi balita, pertanian, dan keluarga miskin maka situasi pangan dan gizi Kabupaten Pekalongan secara umum dalam keadaan aman.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga telah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, baik yang berupa pembangunan (USB dan RKB) maupun rehabilitasi yang pendanaannya berasal APBN, APBD Propinsi dan APBD Kabupaten Pekalongan. Dengan dibangunnya USB, RKB dan rehabilitasi tersebut dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan tahun 2006.

APK SD/MI pada tahun 2006 sebesar 108,45%, turun dibandingkan tahun 2005 sebesar 108,51 %.  Sedangkan APK SLTP dari 79,32 % naik menjadi 85,93 %. APM SD/MI pada tahun 2006 sebesar 97,35 %, meningkat dibanding tahun 2005 sebesar  94,53 %. APM SLTP pada tahun 2006 sebesar 81,42 %, meningkat bila dibanding tahun 2005 sebesar 77,67%. APK SLTA pada tahun 2006 sebesar 36,96 %, meningkat bila dibanding tahun 2005 sebesar 34,97 %.  Sedangkan APM SLTA tahun 2006 sebesar 26,73 %, meningkat dibanding tahun 2005 sebesar 25,81 %.

Untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari indikator Usia Harapan Hidup (UHH), Angka Kematian Bayi (AKB) maupun Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI).  Usia Harapan Hidup penduduk Kabupaten Pekalongan pada tahun 2006 sebesar 67,7 tahun meningkat dibanding tahun 2005 sebesar  67,6 tahun.  Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2006 mengalami penurunan dari 21,01 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 14,87 per 1.000 kelahiran hidup.  Sedangkan untuk Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) tahun 2006 sama dengan AKI tahun 2005 yaitu sebesar 85 per 100.000 kelahiran hidup.  Angka ini masih lebih rendah dibanding angka Propinsi Jawa Tengah.

Infrastruktur :
Pada tahun 2006 telah  dilaksanakan kegiatan peningkatan jalan dan jembatan, pemeliharaan secara rutin maupun berkala. Panjang jalan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2005 sepanjang 517,80 Km (128 ruas) menjadi 518,52 km (129 ruas) pada tahun 2006.  Untuk jalan dengan kondisi baik meningkat dari semula 311,73 Km (60,20 %) pada tahun 2005 menjadi 339,66 km  (65,51%) pada tahun 2006, kondisi sedang semula 76,30 Km pada tahun 2005 menjadi 87,89 km (16,95% ) pada tahun 2006.  Sedangkan jalan dengan kondisi rusak mengalami penurunan dari 129,77 Km (25,06%) pada tahun 2005 menjadi 90,97 km (17,54%) pada tahun 2006.

Untuk jalan desa dengan peran serta masyarakat telah dilaksanakan program pembinaan jalan dengan kegiatan berupa pemberian bantuan peningkatan  jalan poros desa. Pengaspalan jalan yang berhasil dilaksanakan melalui kegiatan ini sepanjang 43,40 Km mampu menyerap swadaya masyarakat sebesar Rp. 544.271.800,-

Disamping itu untuk meningkatkan kondisi jalan desa, dialokasikan juga Bantuan Stimulan berupa aspal. Pada tahun 2006 telah direalisasi sebanyak 7.530 drum aspal menghasilkan peningkatan jalan desa seluas 846.309 m² yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan.  Bantuan stimulan ini mampu menyerap swadaya masyarakat senilai  Rp 7.276.171.900,-.

Untuk mendukung prasarana penunjang jalan, saluran dan sanitasi lingkungan pada tahun 2006 telah dialokasikan Bantuan stimulan semen sebanyak 56.400 zak senilai Rp 2.199.600.000,- dimanfaatkan untuk pembangunan perbaikan saluran air/sanitasi lingkungan, jembatan dan betonisasi jalan yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan dan mampu menyerap swadaya masyarakat sebesar Rp 8.022.248.200,-.

Untuk memperlancar arus transportasi dan komunikasi antar daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, pada tahun 2006 telah dibangun beberapa jembatan, yang berada di Kecamatan Kajen,  Bojong,  Doro dan Wonopringgo.

Pada tahun 2006 kondisi jaringan irigasi mampu  mengairi sawah seluas 26.082,454 Ha dengan jumlah bangunan pada jaringan irigasi sebanyak 110 buah bendung, 790 buah bangunan air dan 352,892 Km saluran primer dan sekunder. Kondisi bangunan air yang baik pada tahun 2006 sebanyak 629 buah, meningkat dibanding tahun 2005 sebanyak 627 buah, sedangkan kondisi saluran baik pada tahun 2006 sepanjang 335,170 Km  meningkat  dibanding tahun 2005 sepanjang 335,051 Km. Dengan terbangunnya jaringan irigasi tersebut mampu meningkatkan  intensitas pertanaman pada tahun 2006 sebesar 225,16% dibanding tahun 2005 sebesar 224,05% sehingga memberikan motivasi bagi petani  agar semakin giat berusaha dan meningkatkan pendapatannya sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi khususnya  dari sektor pertanian.

Pengelolaan sub bidang sungai di Kabupaten Pekalongan yang meliputi 3 sungai dengan 28 anak sungainya sepanjang 385,40 Km dengan luas DAS 427,66 Km². Perbaikan dan pemeliharaan sungai dilakukan melalui kegiatan pembangunan Leydam, Krib, Turab dan Normalisasi Sungai. Pada tahun 2005 dilakukan pembangunan leydam sepanjang 716 m, sedang pada tahun 2006 dilaksanakan pembangunan leydam sepanjang 776,50 m dan pembuatan krib sebanyak 5 buah.  Pembangunan turab pada tahun 2005 sepanjang 78,05 m, sedang pada tahun 2006 dibangun turab sepanjang 342 m.  

Air Bersih, Kelistrikan, dan Telekomunikasi :
Dalam rangka menunjang iklim kondusif  bagi pengembangan investasi di Kabupaten Pekalongan,  serta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, selama tahun 2006 telah dilakukan upaya-upaya untuk menangani air bersih, kelistrikan dan telekomunikasi.
Jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Pekalongan tahun 2006 sebanyak 4.574 SR, meningkat dibanding pada tahun 2005 sebanyak 4.203 SR.

Guna memacu pembangunan kelistrikan, telah ditempuh upaya melalui Program Listrik Masuk Desa yang berhasil menambah fasilitas jaringan Tegangan Menengah (TM) yaitu dari tahun 2005 713,07 KMS menjadi  715,56 KMS dan Tegangan Rendah (TR) dari  1.185,18 KMS menjadi 1.186,665 KMS serta jumlah pelanggan  dari 105.327 menjadi 113.123 dengan prosentase desa berlistrik sebesar 96,82 %.

Melalui kerja sama yang semakin baik antara  Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan PT. Telkom serta pihak swasta, prasarana  Telekomunikasi selama tahun 2006 terjadi penambahan kapasitas Sentral sebanyak 24 Satuan Sambungan Telepon (SST) atau 1,04 %, yaitu dari  2.315 SST pada tahun 2005 menjadi 2.335 SST. Pertumbuhan Fixed Kabel tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar 2,63% dibanding tahun 2005 yakni dari 3.803 SST menjadi sebanyak3.903 SST.  Wireless Local Loop (WLL) atau sambungan telepon tanpa kabel pada tahun 2006 mengalami penurunan 68,14 % dibanding tahun 2005 yaitu dari  2.423 SST menjadi 772 SST di tahun 2006.


Bupati melaporkan pula hal lain yaitu tentang penetapan 16 Perda pada tahun 2006 , yang antara lain : Perda Izin Usaha Pariwisata, Perda tentang Retribusi, baik retribusi Izin Usaha Pariwisata, Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan, dan Retribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas, Perda Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kajen, Perda Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah (PPNSD), Perda Penataan Transportasi Darat, Perda Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemdes, Perda Badan Permusyawaratan Desa, Perda Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa, Perda Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Lain, Perda Perubahan atas Perda Kabupaten Pekalongan Nomor 12 Tahun 2005 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik, Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Tahun 2006 – 2011.

Dan dalam upaya pemberdayaan masyarakat, Pemerintah telah memberikan beberapa bantuan antara lain Bantuan Peningkatan Prasarana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (BP3MD/K) pada tahun 2006 sebesar  Rp. 15.565.000.000,- (Lima belas milyar lima ratus enam puluh lima juta rupiah) untuk 283 Desa/Kelurahan mampu menyerap swadaya senilai Rp.2.422.762.000,- (Dua milyar empat ratus dua puluh dua juta tujuh ratus enam puluh dua ribu rupiah),  dan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Permukiman Pedesaan senilai Rp.450.000.000,- (Empat ratus lima puluh juta rupiah) untuk 30 Desa di 19 Kecamatan. 

Pelaksanaan APBD :
Adapun realisasi pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2006 dilaporkan oleh Bupati sebagai berikut :

Pada Garis-Garis Besar Kebijakan Anggaran Tahun 2006 Pendapatan Daerah telah ditetapkan sejumlah Rp. 463.242.364.000,- (Empat ratus enam puluh tiga milyard dua ratus empat puluh dua juta tiga ratus enam puluh empat ribu rupiah) yang meliputi  : Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp.26.720.072.000-, (Dua puluh enam milyard tujuh ratus dua puluh juta tujuh puluh dua ribu rupiah)  Dana Perimbangan sejumlah  Rp. 436.522.292.000,-  (Empat ratus tiga puluh enam milyard lima ratus dua puluh dua juta dua ratus sembilan puluh dua ribu rupiah).  Namun demikian dalam realisasinya pendapatan daerah ini mengalami kenaikan, yaitu sebesar Rp 475.316.078.669,- (Empat Ratus tujuh puluh lima milyar tiga ratus enambelas juta tujuh puluh delapan ribu enam ratus enam puluh enam rupiah), terdiri dari PAD sebesar Rp 30.803.316.110,- (Tiga puluh miliyar delapan ratus tiga juta tiga ratus enambelas ribu seratus sepuluh rupiah) dan Dana Perimbangan sebesar Rp 444.512.762.559,- ( Empat ratus empat puluh empat miliyar lima ratus dua belas juta tujuh ratus enam puluh dua ribu lima ratus lima puluh lima rupiah). 

Kenaikan tersebut tidak terlepas dari upaya-upaya yang telah dilaksanakan baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Belanja Daerah, ditetapkan sebesar Rp. 488.753.225.205,- (Empat ratus delapan puluh delapan milyard tujuh ratus lima puluh tiga  juta dua ratus dua puluh lima ribu dua ratus lima rupiah), terdiri dari : Belanja Aparatur Daerah sebesar 31,26 %, Belanja Pelayanan Publik sebesar 68,74 %, meliputi: Belanja Administrasi Umum, Belanja Operasional dan Pemeliharaan, Belanja Modal serta Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan.

Pengelolaan anggaran Belanja Administrasi Umum  dipergunakan untuk membiayai Belanja Pegawai sejumlah Rp.292.319.885.475,- (Dua ratus sembilan puluh dua milyard tiga ratus sembilan belas juta delapan ratus delapan puluh lima ribu empat ratus tujuh puluh lima rupiah), Belanja Operasi dan Pemeliharaan serta Belanja Modal (aparatur dan publik) dianggarkan sejumlah Rp. 116.555.387.125,- (Seratus enam belas milyard lima ratus lima puluh lima juta tiga ratus delapan puluh tujuh ribu seratus dua puluh lima rupiah) dipergunakan untuk membiayai 357 kegiatan dalam 20 urusan pemerintahan.

Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006 dalam pelaksanaan kegiatan  pembangunan dalam tahun anggaran 2006 masih mengacu kepada Rencana Strategis (Renstra) Daerah Kabupaten Pekalongan tahun 2002-2006 yang penekanan setiap tahunnya tertuang dalam Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (Repetada) Kabupaten Pekalongan.  Dengan memperhatikan kondisi yang ada, program pembangunan tahun 2006 diprioritaskan untuk : Program Pemenuhan Kebutuhan Dasar, Program Peningkatan Pemulihan Ekonomi, Program Peningkatan Infrastruktur, Program Penunjang meliputi  Program Peningkatan Pembangunan Manusia Seutuhnya, Program Peningkatan Pelayanan Prima, Program Peningkatan Kemampuan Aparatur, Program Penegakan Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Program Pengembangan Sumber Daya Alam. Program-program tersebut selanjutnya dijabarkan kedalam kegiatan dan disesuaikan dengan Urusan Pemerintahan.

Prestasi th. 2006 :
Beberapa prestasi Kabupaten Pekalongan yang terjadi pada tahun 2006 dilaporkan Bupati, yaitu antara lain : 1). Juara I Mutholaatul Qutub MHQ Pondok Pesantren Tingkat Nasional, An. Sdr. Maslihah dari Kedungwuni ; 2). Juara I Hafidul Qur'an 10 Juz Putra STQ Tingkat Propinsi Jawa Tengah, An. Sdr. Nurkholis dari Wonopringgo, 3). Koperasi terbaik tingkat nasional atas nama Koperasi Siswa SMA Negeri Wiradesa dan Koperasi Wanita Sutra Ayu Pekajangan Kedungwuni, 4). Peringkat terbaik Harapan I Lomba Desa Tk Propinsi Jateng, yaitu Desa Karanggondang Kecamatan Kedungwuni ; 5). menjadi Juara I Lomba Buah Melon Tingkat Nasional atas nama  Nining  Suhartati  Desa Pekiringan Alit Kecamatan Kajen; 6). Juara II Lomba Intensifikasi Padi Tingkat Propinsi Jawa Tengah atas nama Kelompok Tani “ Krasak dukuh” Desa Krasak Ageng Kecamatan Sragi; 7). perolehan medali perak  dari cabang atletik pada kejuaran Popdaseni pelajar tingkat nasional; 8). perolehan medali 7 emas, 5 perak, 6 perunggu  untuk cabang lomba atletik, 1 perunggu untuk Tenis Meja, 1 emas untuk Catur, 2 perak dan 7 perunggu untuk Taekwondo, dalam Popdaseni pelajar tingkat Propinsi Jawa Tengah; 9).Juara III lomba masyarakat desa hutan Tk. propinsi Jawa Tengah, atas nama LMDH Singowongso Desa Kutorojo Kecamatan Kajen; 10). Rekor MURI Tas terbesar dengan bahan Tempurung Kelapa dari Starco Handicraft Wonopringgo Mitra binaan PT. Telkom ; 11). Rekor MURI Megono Gunungan di Linggoasri; 12). Batik Wirokuto memperoleh penghargaan dari UNICEF.

Di akhir laporannya Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan masyarakat pada tahun 2006 masih ada beberapa yang belum dapat dituntaskan secara optimal. "Untuk itu, kami mohon dukungan dan pemikiran dari para anggota Dewan dan pihak-pihak terkait seperti Perguruan Tinggi, LSM, Ormas, Partai Politik, Pers, Dunia Usaha dan berbagai pihak demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Pekalongan", ujar Bupati Pekalongan Dra. Hj. Siti Qomariyah, MA.

Rincian selengkapnya LKPJ Bupati Pekalongan th.2006 tertuang dalam Buku II. Penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi Bappeda Kabupaten Pekalongan. (Eka"iep"-Kapeditel).

Jaringan Data Spasial Daerah Kabupaten Pekalongan Bappeda PM Kabupaten Pekalongan Kajen

Pengunjung Online

Kami punya 90 tamu online
LPSE Kabupaten Pekalongan
RUP SKPD
Video Batik Kota Santri
Free Wifi Hotspot Pemkab Pekalongan
Perpustakaan Kab. Pekalongan
DPRD Kab.Pekalongan
Dinhubkominfo
Dinkes Kab.Pekalongan
Blog Daerah Kabupaten Pekalongan
RSUD Kraton
RSUD Kajen
Bank Kredit Kecamatan Kajen
Humas setda
Pantauan CCTV Perempatan Wiradesa
You are here: Home