RESEPSI HARI JADI KE 384 BERLANGSUNG MERIAH

Surel Cetak PDF

Pesta kembang api dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon "Srikandi Winisuda" oleh dalang Ki Warseno Slank, diramaikan dengan dagelan Gareng Ngesti Pandowo, Bambang Rabies, dan Joleno, menyemarakkan acara resepsi hari jadi Kabupaten Pekalongan ke 384, Jum'at malam (25/8) di halaman parkir pendopo rumah dinas jabatan Bupati Pekalongan.


Sejak sore hari Pukul 15.00 WIB warga masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah berjubel dan tumpah ruah di jalan raya Mandurorejo dan alun-alun utara Kajen untuk menyaksikan Kajen Expo 2006 dan menunggu malam resepsi hari jadi yang menyajikan pesta kembang api dan pagelaran wayang kulit. Animo masyarakat memang nampak luar biasa mengingat Kajen Expo 2006 hanya tinggal hari ini 26 Agustus 2006 dan akan berakhir. Sehingga masyarakat Kabupaten Pekalongan benar-benar memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menikmati perhelatan yang hanya digelar setahun sekali tersebut.

Acara resepsi hari jadi dimulai Pukul 19.30 WIB, dihadiri oleh Pejabat dan Para Pimpinan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan beserta isteri, Bupati/Walikota daerah tetangga (yang mewakili) beserta isteri, mantan Bupati Pekalongan beserta isteri, mantan Ketua DPRD Kab. Pekalongan beserta isteri, Sekda Pekalongan beserta isteri, dan masyarakat yang memenuhi halaman parkir pendopo hingga penuh sesak. Nampak hadir Drs.H. Harsono (mantan Bupati) beserta isteri, Drs.H. Iman Sujudi (mantan Sekda) beserta isteri, H. Farid Akhwan (mantan DPRD).

Dalam sambutannya, ketua umum panhut RI dan Hari Jadi, Ir. Teguh Isdaryanto, MM menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak sehingga seluruh rangkaian acara peringatan HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan dapat terlaksana dengan baik, lancar dan tak ada halangan suatu apa. Lebih lanjut Teguh Isdaryanto, mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan masih terdapat kekurangan disana-sini, dan akan menerima semua kritik, daran dan masukan demi lebih baiknya penyelenggaraan acara serupa di tahun depan.

Bupati Pekalongan, Dra. Hj. Siti Qomariyah, MA , dalam sambutannya menyatakan bahwa acara resepsi hari jadi bukan hanya merupakan acara silaturohim, makan bersama dan menyaksikan pentas hiburan. Namun terdapat makna yang lebih mendalam guna memperingati hari yang bersejarah bagi warga masyarakat Kabupaten Pekalongan. Melalui acara resepsi hari jadi, diharapkan tumbuh kesadaran sejarah bahwa Kabupaten Pekalongan yang sekarang ini adalah sebuah proses perjalan sejarah panjang, dalam rentang waktu perjuangan kemerdekaan hingga yang nampak sekarang ini, sehingga prestasi yang dicapai dalam membangun Kabupaten Pekalongan saat ini adalah prestasi dari banyak pihak yang patut disyukuri. Warga pekalongan perlu mewarisi nilai-nilai kejuangan dan kebaikan dari para pendahulu untuk diri pribadi dan generasi mendatang sehingga tanggung jawab itu menjadi tugas dan amanat bagi generasi sekarang.

Lebih lanjut Qomariyah mengharapkan lomba-lomba yang telah terselanggara bukan sekedar mendapatkan siapa yang juara, tetapi mempu membawa potensi yang dimiliki menuju kepada kemajuan daerah sesuai jati diri untuk memperkuat negara kesatuan Republik Indonesia. Bupati menandaskan bahwa warga pekalongan adalah warga yang santun, cinta damai, suka bergotong royong, sehingga dalam 3 bulan masa pemerintahannya ini Bupati mengajak kepada seluruh aparatur pemerintah daerah dari tingkat kabupaten hingga tingkat kelurahan/desa bersatu padu melaksanakan dan mengemban tugas pemerintahan sesuai aturan hukum dan sistem yang telah ditetapkan, dan mampu mengajak segenap lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi dan giat bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan tercinta.

Malam resepsi tersebut digunakan oleh Bupati Pekalongan untuk mencanangkan Pendirian Unit Pelayanan Terpadu dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan umum seperti perijinan, pelayanan puskesmas keliling, dan pencanangan peningkatan mutu dan materi pendidikan agama untuk SD/MI, MTS/SLTP, SLTA/MA. Hal ini karena warga Pekalongan sangat mencintai nilai-nilai agama sehingga Pemkab secara aktif perlu memfasilitasi peningkatan kehidupan beragama melalui pencanangan peningkatan mutu dan materi pendidikan agama untuk siswa/siswi pelajar di Kabupaten Pekalongan.

Diakhir sambutannya, Bupati Pekalongan mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam menciptakan pilkada yang damai, demokratis, dan partisipasi masyarakat pasca pilkada dimana secara aktif telah ikut membangun Kabupaten Pekalongan. Bupati mohon doa restu dalam masa kepemimpinannya ini bersama Wakil Bupati Pekalongan dapat mewujudkan pembangunan Kabupaten Pekalongan sebagaimana yang telah dicita-citakan. Bupati juga mengajak kepada segenap yang hadir untuk mengikuti doa/zikir bersama yang akan digelar di Pendopo rumah dinas jabatan Bupati Pekalongan, pada Sabtu malam Minggu.

Selesai sambutan, Bupati Pekalongan dengan didampingi Wakil Bupati Pekalongan Ir. H. Wahyudi Pontjo Nugroho, MT melaksanakan acara potong tumpeng nasi kuning, yang secara simbolis diserahkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Bapak Asip Kholbihi. Dilanjutkan dengan acara penyerahan hadiah-hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 384.

Kurang lebih pukul 21.00 WIB, acara pesta kembang api dilaksanakan secara meriah. Desingan bunyi mercon kembang api yang melesat ke udara dan meledak memancarkan warna - warni bunga-bunga api kurang lebih selama 15-20 menit membuat pengunjung bersorak menyambut peringatan malam yang bersejarah tersebut. Perlu diketahui bahwa pesta kembang api selain digelar dalam peringatan hari jadi, biasa pula digelar dalam malam pergantian tahun baru. (Foto dapat dilihat pada Gallery-Red).

Diiringi dengan alunan gamelan yang "sigrak" secara simbolis Ki Warseno menyerahkan wayang "Srikandi" kepada Bupati Pekalongan, menandai dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang mengambil lakon "Srikandi Winisuda". Dagelan Gareng Ngesti Pandawa dan Bambang Rabies, Joleno, mampu membuat penonton yang hadir pada malam itu tertawa tergelak-gelak dan nampak sangat meriah karena mampu mengocok perut dengan lawakan dan guyonan-guyonannya segar khas "pakeliran". Ki Warseno pun secara lihai memancing dan menyindir para pelawak. Camat Talun Atmadi yang didaulat para Camat menyumbang lagu berjudul "slenco" dikerjain habis-habisan oleh Bambang Rabies hingga membuat penonton terpingkal-pingkal. Acara wayang kulit ini berakhir sekitar jam 04.00 pagi (26/08). (ie-kapeditel).

Jaringan Data Spasial Daerah Kabupaten Pekalongan Bappeda PM Kabupaten Pekalongan Kajen

Pengunjung Online

Kami punya 75 tamu online
LPSE Kabupaten Pekalongan
RUP SKPD
Video Batik Kota Santri
Free Wifi Hotspot Pemkab Pekalongan
Perpustakaan Kab. Pekalongan
DPRD Kab.Pekalongan
Dinhubkominfo
Dinkes Kab.Pekalongan
Blog Daerah Kabupaten Pekalongan
RSUD Kraton
RSUD Kajen
Bank Kredit Kecamatan Kajen
Humas setda
Pantauan CCTV Perempatan Wiradesa
You are here: Home