Visi dan Misi
Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan tahun 2016-2021

pasbupwabup

 

Visi
Visi merupakan kondisi ideal masa depan yang menantang, yang ingin dicapai dalam suatu periode perencanaan, berdasarkan pada situasi dan kondisi saat ini. Kondisi ideal yang ingin diwujudkan tersebut diharapkan mampu memberikan spirit atau semangat kepada seluruh pihak di dalam organisasi pemerintah daerah untuk mencapainya dan menjadikan pengarah bagi pemangku kepentingan untuk dapat mendukung tercapainya tujuan ideal tersebut.

Visi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan adalah :
”Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Religius dan Berkleanjutan Berbasis Potensi Lokal”

Rumusan visi tersebut terdiri dari 4 unsur frasa kalimat sebagai berikut :
1. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera.
2. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Religius.
3. Terwujudnya Pembangunan Kabupaten Pekalongan yang Berkelanjutan
4. Potensi Lokal sebagai Basis Tercapainya Masyarakat Sejahtera Religius dan Berkelanjutan.

Pengertian masing-masing unsur frasa visi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, yang dimaksud adalah kondisi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang dapat terpenuhi kebutuhan dasar meliputi sandang, pangan, papan, dan memperoleh pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan secara layak serta terbukanya kesempatan kerja yang luas dan mampu menyerap tenaga kerja dengan penghasilan memadai.
  2. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Religius,yang dimaksud adalah kondisi Kabupaten Pekalongan yang masyarakatnya dan aparaturnya bersih dan berwibawa berahlak mulia berlandaskan nilai-nilai religiusitas keagamaan,
  3. Terwujudnya Pembangunan Kabupaten Pekalongan yang Berkelanjutan, yang dimaksud adalah terselenggaranya kegiatan pembangunan baik fisik maupun non fisik di Kabupaten Pekalongan yang memperhatikan kaidah-kaidah pembangunan yang berwawasan lingkungan, yang memperhatikan tata ruang dan keseimbangan alam. Pembangunan berkelanjutan juga diartikan sebagai: (i) Pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan; (ii) Pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan social masyarakat; dan (iii) Pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup masyarakat dengan tata kelola pelaksanaan pembangunan yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi kegenerasi berikutnya.
  4. Potensi Lokal sebagai Basis Tercapainya Masyarakat Sejahtera Religius dan Berkelanjutan, yang dimaksud adalah Kabupaten Pekalongan memiliki potensi sumberdaya lokal yang bisa dikembangkan dengan optimal, menjadi modal dalam mencapai Kabupaten Pekalongan yang sejahtera dan bermartabat. Sumberdaya lokal dimaksud antara lain adalah potensi industri kerajinan batik, tenun dan produk tekstil lainya, potensi ekonomi, potensi sumberdaya alam lainnya serta potensi sistem sosial budaya masyarakat dengan ciri religiusitas yang menonjol dan berkelanjutan.

Misi
Misi adalah rumusan umum mengenai cara atau upaya yang perlu dilakukan untuk menjamin tercapainya visi. Dalam rangka mencapai visi Kabupaten Pekalongan, dirumuskan misi yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

  1. Meningkatkan fasilitasi pembangunan sosial dan ekonomi kerakyatan berbasis pada UMKM, pertanian, peternakan dan perikanan.
  2. Mewujudkan rasa aman dan adil pada masyarakat.
  3. Meningkatkan pembangunan kehidupan keagamaan masyarakat yang lebih baik
  4. Menyelenggarakan birokrasi pemerintahan yang profesional, bersih dan berakhlak.
  5. Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berbasis pada pemerataan wilayah dan berwawasan lingkungan.
  6. Memantapkan potensi sosial budaya lokal untuk peningkatan daya saing daerah
  7. Mendorong iklim investasi yang berbasis pada potensi ekonomi daerah

 

 

Selamat datang di website Resmi
PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

sambutan Bupati

 

 

 

 

KEPENDUDUKAN

DEMOGRAPHY

 

1.Kependudukan

       1.1. Laju pertumbuhan penduduk

Pada tahun 2016, jumlah penduduk di Kabupaten Pekalongan tercatat sebanyak 880.092 jiwa yang terdiri dari 437.203 penduduk laki-laki dan 442.889 penduduk perempuan. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2015, angka ini meningkat sebesar 0,70 persen atau bertambah sebanyak 6.120 jiwa.

Dilihat dari sex rationya yang kurang dari 100, yakni 98,72 maka terlihat penduduk di kabupaten pekalongan selama tahun 2016 lebih banyak kaum perempuannya bila dibandingkan jumlah laki-lakinya.

 1.Demography

      1.1. Population Growth Rate

In 2016, hte number of people in  Pekalongan Regency recorded as many as   880,092  people,  consist of 437,203 male population and 442,889 female population. When compared with the total population in 2015, this number  increased by 0.70 percent or it increase by 6,120 people.

Judging from the sex ratio is less than 100, which is 98.72 then can be viewed that people in Pekalongan during 2016, more of them is women  than the amount of male.

 

1.2.  Persebaran  dan  kepadatan

        Penduduk

Penyebaran penduduk Kabupaten Pekalongan belum begitu merata. Hal ini terlihat dari angka kepadatan penduduk antar kecamatan yang berbeda cukup signifikan. Angka kepadatan penduduk didapat dari perbandingan antara jumlah penduduk dibandingkan dengan luas wilayahnya.

Pada tahun 2016, kepadatan penduduk Kabupaten Pekalongan mencapai 1.053 jiwa/km2 . Jika dilihat per kecamatan, ada dua kecamatan dengan tingkat kepadatan yang rendah dibandingkan dengan kecamatan lainnya ( dibawah 200 jiwa/km2 ), yakni kecamatan Lebakbarang dan Petungkriono.

Sebaliknya, ada empat kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduknya sudah mencapai diatas 4.000 jiwa/km2 yaitu Kedungwuni, Buaran, Wiradesa dan Tirto.

 1.2.Distribution  and  Population

Density

Population distribution in Pekalongan Regency is not yet so evenly. This can be seen from the number of population density between different sub-districts is significant. Population density number obtained from the comparison between the total population  to the total area.

In 2016,the population density of Pekalongan Regency  reached 1,053 people/km2. If viewed per sub-district, two sub-district with low  population density compared to other sub-districts ( below 200 inhabitants/km2 ), which is  Lebakbarang and Petungkriono. Instead, there are four sub-districts with a population density has reached over 4,000 people / km2 i.e Kedungwuni, Buaran, Wiradesa and Tirto.

satu

2

3

empat

lima

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMBANG DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN

Logo_Kab

1. Dasar Hukum

Surat Keputusan DPRGR Kabupaten Pekalongan nomor 1/PD/DPRGR/II/1967 tentang Lambang Daerah tanggal 29 Agustus 1967 dan nomor 1/PD/DPRGR/II/1971 tentang Penggunaan Lambang Daerah tanggal 16 Pebruari 1971.

2. Bentuk, Isi Lambang, Ukuran serta Warna - Warnanya.

Lambang daerah Kabupaten Pekalongan berbentuk perisai bersayap dalam ukuran segi empat bujur sangkar dengan perbandingan panjang dan lebar 1:1. Dari atas kebawah berisikan lukisan-lukisan

  1. Bintang bersudut lima berwarna kuning emas.
  2. Perisai tiga warna, berurutan dari kiri ke kanan kuning, sawo matang 9 coklat muda dan coklat tua). Ukuran luas warna coklat muda setengah luas perisai.
  3. Ditengah perisai terlukis sebuah keris lurus terhunus berwarna hitam.
  4. Laut biru dan ikan berwarna putih.
  5. Padi warna kuning dengan daun berwarna hijau memangku perisai. Jumlah butiran padi sebelah kanan 23 biji sebelah kiri 22 biji jumlah keduanya 45 biji.
  6. Pita teratur berlukiskan batik jlamprang berisikan 8 ceplok bungan.
  7. Elar atau sawat (sayap berekpak) berwarna kuning bergaris hijau. Jumlah elar (bulu elar) sebelah kanan 9 helai sebelah kiri 8 helai, jumlah seluruh elar 17 helai.


3. Makna dan Isi Lambang.

  1. Bintang, melambangkan Ketuhanan yang Maha Esa mencerminkan bahwa warga / penduduk Kabupaten Pekalongan umumnya meyakini dan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Sudut Lima pada Bintang, melambangkan Pancasila. Masyarakat di Kabupaten Pekalongan meyakini bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum dalam mengurus, mengatur dan membina daerah.
  3. Perisai Tiga Warna, melambangkan bahwa warga penghuni Kabupaten Pekalongan, terdiri dari warga negara yang berbeda asal, ras, kebangsaannya tetapi tetap bersatu padu. Warna kuning mewakili ras tionghoa, coklat muda ras asli Indonesia, dan coklat tua mewakili ras arab. Ras asli merupakan penghuni yang utama atau lajer (pokok). Dilukiskan di tengah perisai, melambangkan bahwa ras asli merupakan pihak yang merangkum kedua ras lainnya sehingga terjalain hubungan dalam kehidupan baik jasmaniah dan rohaniah.
  4. Keris, melambangkan jiwa patriotisme rakyat Kabupaten Pekalongan yang abadi, dalam membela dan membina serta membangun daerah maupun tanah air Indonesia.
  5. Laut dan Ikan, melambangkan bahwa sebagian kehidupan rakyat Kabupaten Pekalongan dari laut (nelayan).
  6. Padi Memangku Perisai, melambangkan kemakmuran daerah, serta merupakan sumber kehidupan serta makanan pokok rakyat. Jumlah butiran 45 biji melambangakan tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  7. Pita Batik Jlamprang, melambangkan salah satu kesenian rakyat Kabupaten Pekalongan yaitu batik Pekalongan yang merupakan kehidupan rakyat. Ceplok bunga berjumlah 8 melambangkan bulan Agustus.
  8. Elar (sawat), melambangkan cita-cita rakyat yang dinamis, cinta damai, menuju arah keagungan daerah dan peri kehidupan yang adil dan makmur serta lahir dan batin.


MOTTO KABUPATEN PEKALONGAN


Untuk mendayagunakan kegiatan pembangunan daerah secara merata diperlukan suatu acuan untuk memotivasi, menggerakkan dan mengerahkan seluruh potensi masyarakat Kabupaten Pekalongan  Motto Kabupaten Pekalongan adalah Kota " SANTRI " merupakan singkatan dari  Sehat, Aman, Nyaman, Tertib, Rapih dan Indah.


We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…