BUPATI DAN KAPOLRES MEDIASI KESEPAKATAN ANTARA WARGA DENGAN PELAKSANA PROYEK JALAN TOL

KAJEN - Puluhan dump truk tol disandera oleh warga Desa/Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Aksi ini dilakukan sejak Rabu (23/5) malam, sekitar pukul 23.00 WIB hingga Kamis (24/3) siang, sekitar pukul 13.30 WIB. Aksi ini buntut dari tewasnya mahasiswi IAIN Pekalongan Merlin Anggita (18), warga Desa Purwosari, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, akibat laka lantas di Jalan Raya Wiradesa.
 
Aksi ratusan warga Desa Wiradesa ini dilakukan spontan usai menunaikan salat tarawih. Warga berduyun-duyun memblokir jalan provinsi di Jalan Raya Wiradesa, dan menghadang iring-iringan dump truk proyek tol yang melintas di jalur tersebut. Proses negosiasi berlangsung alot antara warga dengan pelaksana proyek jalan tol. Akibatnya, malam itu hingga kemarin siang puluhan dump truk tersandera warga dan tidak bisa melanjutkan aktivitasnya.
 
Masyarakat sudah lama gerah dengan kondisi jalan provinsi sepanjang Bojong - Wiradesa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki dengan baik oleh pelaksana proyek jalan tol. Akibatnya, pengguna jalan merasa tidak aman dan nyaman. Puncak emosi warga terpatik saat seorang mahasiswi IAIN Pekalongan bernama Merlin Anggita (18), tewas saat mengalami laka lantas di Jalan Raya Wiradesa, Rabu (23/5), sekitar pukul 07.30 WIB. Saat menuju ke kampus di Kota Kajen, sepeda motor Vario nopol G 2018 XB yang dikendarai mahasiswi semester dua jurusan Akuntansi Syariah ini terjatuh akibat kondisi jalan rusak. Saat itulah, korban mengenai roda belakang dump truk nopol D 8593 FC, dengan sopir Suprayitno (35), warga Banjarnegara.
 
Suasana malam itu cukup tegang. Emosi warga sudah memuncak akibat setiap hari merasakan kondisi jalan yang rusak parah, becek, dan berdebu. Kejadian laka lantas pun sudah kerap terjadi. Aksi ini juga didukung oleh rekan-rekan korban dari mahasiswa dan BEM IAIN Pekalongan. Akibat tidak ada titik temu, puluhan dump truk untuk proyek tol ini tidak bisa melintas, dan hanya bisa diparkir mengular di sepanjang Jalan Raya Wiradesa. 
 
Sekitar pukul 13.00 WIB kemarin siang, musyawarah digelar dengan dimediasi langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,SIK.,M.Si di kantor balai desa setempat. 
 
Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan pelaksana proyek jalan tol, warga, dan mahasiswa ini, disepakati beberapa hal. Di antaranya, sopir armada proyek jalan tol berjalan tidak lebih dari 40 km/jam, tidak boleh merampas hak pengguna jalan lain, dan iring-iringan truk tidak boleh lebih dari dua unit per-15 menit. Selanjutnya, armada truk yang diperbolehkan jalan hanya armada kecil dengan kapasitas 12 ton, serta untuk penyemprotan jalan dilakukan perdua jam sekali.
 
Perwakilan warga, Muhammad Hadi, menyatakan, proses mediasi dari Rabu malam hingga kemarin siang sudah berakhir. Beberapa aspirasi warga sudah disepakati bersama. Ia berharap, kesepakatan itu bisa dilaksanakan dengan baik. 
 
"Mudah-mudahan kesepakatan ini bukan omdo (omong doang) belaka, namun direalisasikan. Kami mengharapkan penuh dari pihak aparat dan pemerintah serta warga untuk mengawal pelaksanaan kesepakatan yang ada ini. Jika menyalahi kesepakatan, maka akan ada aksi yang lebih besar," ujar Hadi.
 
Presiden BEM IAIN Pekalongan Nur Ikhsan Jamaludin, mengaku kecewa sampai satu mahasiswi meninggal dunia di jalan yang rusak parah tersebut. Pihaknya hanya menuntut agar jalan yang rusak parah itu segera diperbaiki. Jika tuntutan itu tidak diindahkan, maka mahasiswa akan turun ke jalan dengan jumlah lebih besar. 
 
"Kami tidak minta yang lain-lain. Yang sudah terjadi biarlah terjadi, kedepan jangan sampai terjadi lagi. Kondisi jalan ini sudah sangat tidak layak untuk dilalui kendaraan. Ini harus secepatnya diperbaiki," ujarnya.
 
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, M.Si menyampaikan keprihatinannya dan belasungkawa atas meninggalnya mahasiswi IAIN Pekalongan tersebut. Dikatakan, warga menyampaikan aspirasinya agar jalan rusak segera diperbaiki dan truk besar tidak boleh lewat jalur tersebut. Pasalnya, mobilitas warga selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran sangat tinggi. 
 
"Kemarin kecelakaan terjadi karena tersenggol truk besar yang ngambil ke kanan. Ini warga berempati. Hari ini disepakati bersama untuk seterusnya menggunakan truk kecil untuk pengangkutan material jalan tol. Jalan tol kepentingannya tidak terganggu asal menggunakan truk kecil, masyarakat juga diharapkan tidak risau lagi dengan jalan rusak, becek, dan berdebu," ujar Asip.
 
Sedangkan, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,SIK.,M.Si menyatakan telah memediasi warga dengan PT SMJ dan Dirgantara untuk duduk bersama, agar proyek jalan tol terlaksana dan aspirasi warga terpenuhi. 
 
"Kesepakatan sudah ditandatangani dan bersama-sama mengawal kesepakatan itu. Peran serta dari polisi, warga, pemkab semuanya bersama menjalankan kesepakatan ini. Mudah-mudahan jalan tol lancar dan warga tidak ada lagi yang menjadi korban," harapnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…