BUPATI PANTAU WILAYAH TERDAMPAK ROB DAN SALURKAN BANTUAN DI KARANGJOMPO

KAJEN - Rob intensitas ekstrem dengan genangan dipermukiman penduduk mencapai satu meter lebih, sejak beberapa hari terakhir, menjadikan banyak masyarakat mengungsi, dan Rabu malam (23/5), jumlah pengungsi terus bertambah.
 
Puncak ketinggian limpasan air laut di permukiman penduduk, terjadi Rabu sore hingga malam, di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. Beberapa kecamatan di Pesisir Kabupaten Pekalongan juga terdampak rob, seperti Wiradesa, Wonokerto, dan lainnya.
 
Namun titik genangan tertingi terjadi di Desa Jeruksari mencapai satu meter lebih, dan hampir semua rumah penduduk dengan jumlah 2100 KK tergenang. Jumlah pengungsi mencapai ribuan orang, di berbagai tempat pengungsian.
 
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, langsung memerintahkan BPBD dan jajaran terkait segera melakukan pengamanan warga, kemudian membantu kebutuhan logistik warga terdampak, agar bisa memenuhi kebutuhan makan sahur dan buka puasa.
 
"Ini kejadian rob yang terjadi hampir merata di sepanjang wilayah pesisir Pekalongan, semuanya terkena, baik Kota Pekalongan, maupun Kabupaten Pekalongan. Ketinggian airnya membuat warga harus mengungsi," kata bupati.
 
Setelah meninjau pengungsian di tenda darurat BPBD di Desa Jeruksari, Bupati Kamis sore (24/5/2018) juga memantau langsung kondisi Desa Karangjompo, karena kawasan tersebut terutama di salah RW sebelah timur Kali Meduri juga tergenang rob hingga satu meter.
 
"Di Desa Jeruksari ribuan KK tergenang, di Desa Karangjompo Wetan ini 1 RW juga tergenang, ada sekitar 400 orang yang mengungsi di TPQ Al Hidayah, desa setempat karena ada lantai tingkatnya, sehingga aman," tandas Asip.
 
Pada kesempatan tersebut bupati menyatakan, pihaknya masih terus menyiagakan BPBD, dinas terkait, termasuk kesehatan, agar dapat memantau perkembangan warga, sehingga bisa dilakukan langkah-langkah cepat.
 
"Dalam kondisi seperti ini kita harus melangkah cepat, warga juga harus senantiasa siaga, begitu melihat kondisi kurang aman, air rob tinggi, jangan tunggu waktu langsung menyelematkan diri, mengungsi, dan kami dari Pemkab akan berusaha melakukan yang terbaik," jelas bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…