RIBUAN PENGUNJUNG PADATI LOKASI FESTIVAL DURIAN LOLONG 2018

KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si bersama ribuan pengunjung dari dalam maupun luar daerah Kabupaten Pekalongan memadati lokasi Festival Durian Lolong di Desa Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar, Minggu (25/2/2018) pagi. Tak hanya lokasi festival, jalan-jalan menuju lokasi festival juga macet akibat membludaknya pengunjung yang ingin melihat secara langsung agenda yang digelar.

Tampak hadir dalam festival antara lain Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., beserta suami, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH., S.IK., M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Ridha S, S.IP., Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Sarwono, SH.MH, perwakilan Kejari Kajen, perwakilan Pengadilan Agama Kajen, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM. Hadir pula seluruh anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinas Pariwisata Jawa Tengah, seluruh anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, para tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Sebelum membuka kegiatan festival, Bupati beserta tamu undangan lain menyaksikan kirab durian dan potensi unggulan lain dari 19 Kecamatan se Kabupaten Pekalongan.

Bupati dalam sambutan menyampaikan bahwa Lolong merupakan salah satu daerah percontohan desa wisata di Jawa Tengah. Hal tersebut, kata Bupati, karena desa wisata Lolong telah dijadikan tempat studi banding oleh Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam menyusun Perda kepariwisataan dan potensi desa wisata di Jawa Tengah. “Dan pada hari ini acara festival durian ini juga dihadiri oleh kawan-kawan Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah. Semoga kehadiran beliau-beliau akan membawa dampak positif bagi berkembangnya pariwisata di Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, dengan semakin menggeliatnya wisata di Kabupaten Pekalongan, dirinya bercita-cita ingin membuat festival-festival seluruh potensi yang ada. Bupati mencontohkan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur selama satu tahun menggelar 62 festival. “Kabupaten Pekalongan memiliki banyak potensi yang dapat kita festivalkan, seperti pada hari ini festival durian Lolong. Ada lagi festival durian Rogoselo, festival columnar joint Watubahan Lemahabang, festival gula aren Petungkriyono, festival megono dan lain sebagainya. Semua itu dalam rangka untuk mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Pekalongan. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan agar hal tersebut bisa kami wujudkan,” terang Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwasannya area wisata Lolong ini memang perlu adanya perluasan, seprti untuk area parkir, homestay dan fasilitas umum pendukung lainnya. Untuk itu, pihaknya berjanji akan menatanya segera. “Saya setuju dengan Ketua DPRD bahwa kita akan memperluas area wisata Lolong ini. Kita akan ajak pihak swasta/ perusahaan melalui CSR untuk membantu mengembangkan wisata Lolong ini,” imbuhnya.

“Yang paling penting kenapa kita harus ada festival durian. Pertama sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT dan kedua sebagai ajang untuk bersilaturahmi diantara kita. Karena dengan bersilaturahmi akan memperpanjang umur dan memudahkan rezeki kita,” tandas Bupati.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH dalam sambutan mengutarakan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mengembangkan pariwisata. “Kami dari legislatif sangat mendukung program Bupati beserta jajarannya utamanya di bidang pariwisata. Kami nilai dan kami amati belakang ini wisata di Kabupaten Pekalongan sangat bergeliat. Semoga ke depan pariwisata di Kota Santri ini semakin maju dan Kabupaten Pekalongan semakin jaya,” ungkap Hindun.

Sementera itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Ir. M. Bambang Irianto, M.Si dalam laporannya mengatakan festival durian sempat terhenti tahun lalu karena panen yang terhambat. Namun alhamdulillah festival durian tahun ini akhirnya dilaksanakan. “Tahun ini cukup (stok durian) untuk kembali diadakan festival,” tuturnya.

Dijelaskan Bambang, dalam festival durian Lolong tahun 2018 ini, juga diadakan beberapa kegiatan seperti lomba durian unggul, kirab durian, kirab seni dan kesenian, serta hiburan orkes dangdut dengan menghadirkan artis ibukota yaitu Fani KDI.

Namun, menurutnya festival tahun ini sedikit berbeda dari tahun terakhir diadakan. Hal itu lantaran panitia tidak menyediakan paket makan durian sepuasnya bagi pengunjung. Tetapi wisatawan tetap bisa membelinya dengan harga rendah untuk dimakan di lokasi atau dibawa pulang. Tahun ini panen durian cukup memadai. “Tahun kemarin durian yang jadi sangat terbatas, sentra sentra durian di desa pun tidak cukup untuk festival,” tuturnya.

Adapun dari hasil penilaian kirab durian unggulan tingkat Kabupaten Pekalongan pada festival durian Lolong tahun 2018, untuk juara I diraih oleh Kecamatan Doro dengan nilai 475, juara II Kecamatan Karanganyar (nilai 455) dan juara III Kecamatan Lebakbarang (nilai 448). Untuk kirab seni budaya, juara I diraih oleh Kecamatan Wiradesa dengan nilai 82, juara II Kecamatan Kesesi dengan perolehan nilai 78 dan juara III Kecamatan Paninggaran dengan nilai 75. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : arif

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…