BUPATI LANTIK 157 PEJABAT ADMINISTRATOR DAN PENGAWAS

 Pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, dengan jumlah mencapai 157 orang, dinilai Bupati Asip Kholbihi merupakan kegiatan biasa, dan tidak ada prosesi istimewa. Menurutnya, jumlah tersebut juga biasa sebagai bagian dari promosi maupun pindah lokasi.

"Saya berharap para pejabat administrator maupun pengawas struktural betul-betul menyikapi hal demikian. Jadi ini sesuatu yang biasa, tidak ada yang istimewa, serta lumrah, sesuai desain leluhur yang lakukan," kata bupati.

Disebutkan, segala sesuatu akan terjadi perubahan dan harus disikapi dengan biasa, sebagai sebuah kewajiban yang harus dilakukan setelah ditentukan. Hal tersebut juga disampaikan Asip sebagai kebiasan dari kehidupan.

"Hari ini mendapat sesuai dengan yang ditentukan, dengan harapan semuanya bisa berjalan secara baik. Sesuai dengan perihal kehidupan. Itulah hidup tidak ada yang sempurna. Gagal terus juga tidak bisa, baik terus harus lebih diperbaiki," terang Asip.

Karena pelantikan pejabat baik promosi di lokasi lain merupakan hal biasa, maka bupati juga menegaskan ritual pelantikan bukan sesuatu hal luar biasa. Lantaran semuanya merupakan regulasi yang mengatur demikian.

"Sehingga dengan tempat yang baru, tugas baru, serta promosi yang dilakukan harus dilaksanakan secara baik, menjalankan tugas fungsi dan memproses profesionalisme secara baik pula, di tempat masing-masing," ungkap bupati.

Bupati juga menandaskan, pihaknya mengharapkan semua pejabat yang dilantik dapat menjalankan tuga secara bertanggungjawab sesuai dengan sumpah. Karena semuanya ada pertanggungjawaban dari semua yang telah diucapkan.

Pelantikan dihadiri oleh para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan serta Camat se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : arif

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…