MUSLIMAT WADAH PERJUANGAN PEREMPUAN NU

KAJEN - Perjuangan Muslimat itu mulia, disamping mencari ridho orang tua juga berjuang bersama-sama untuk menciptakan wanita-wanita yang tangguh, wanita yang tidak saja dapat mengurus rumah tangga tetapi  peduli terhadap sesama dan nasib kaumnya. 
 
“Muslimat juga melakukan perjuangan dengan terus menerus berupaya agar anak-anak yang dibesarkan menjadi  anak-anak yang soleh solehah berguna bagi bangsa dan Negara”,tandas Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Pelantikan 36 Pimpinan Ranting Muslimat NU se Anak Cabang Kedungwuni, Minggu (23/2/2020) sore
 
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Hj. Sumarwati, S.Pd., M.AP di lapangan tenis indoor Rumdin Bupati Pekalongan di Kajen. Bupati juga berpesan kepada  ibu-ibu Muslimat yang  berjuang di NU agar ikhlas. Harapannya, bisa memberi manfaat bagi pembangunan pemberdayaan wanita di kabupaten  Pekalongan. “Mugi-mugi  cita-cita kita untuk mewujudkan masyarakat  kabupaten Pekalongan  yang sejahtera lahir batin, selamat dunia akhirat, dapat kita wujudkan bersama-sama” , paparnya.
 
Dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, segenap Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, perwakilan pengurus MWC NU Kedungwuni dan ratusan anggota Muslimat NU se Kecamatan Kedungwuni. “Saya mengucapkan selamat kepada ibu-ibu pengurus ranting,  monggo terus berjuang  di Muslimat, InsyaAlloh ada hasil dan manfaatnya. Mugi-mugi panjengenan yang berjuang di Muslimat, khususnya di kecamatan Kedungwuni  angsal barokah”, tutur Bupati.
 
Sementara itu Hj. Sumarwati,S.Pd, M.AP, selaku Ketua Umum Muslimat NU kabupaten Pekalongan memaparkan  dari 19 anak cabang yang ada di kabupaten Pekalongan, pimpinan rantingnya yang awal tahun 2014 ada 304 ranting, sekarang jumlahnya sampai  bulan  Maret 2020 nanti ada  321 ranting. Semua organisasi  ranting aktif. Setiap minggu maupun bulannya punya kegiatan  sendiri serta aktif  mengikuti  kegiatan cabang. ”Muslimat tidak akan bisa besar kalau di tingkat rantingnya tidak jalan. Kesimpulannya, muslimat cabang kabupaten Pekalongan  ini bisa menunjukkan persatuaannya, kekuatannya, yang itu diawali dari ranting.  Maka dari itu dalam kesempatan ini yang perlu kita sadari Muslimat NU ini adalah organisasi, wadah perjuangan dari  perempuan NU. Maka yang perlu dikuatkan adalah ayo kita dasari dengan iman yang kuat”, terang Sumarwati.
 
Dalam kesempatan itu Sumarwati juga  mengucapkan terima kasih kepada 36 ranting yang ada di kecamatan Kedungwuni karena gaungnya luar biasa. Menurutnya perkumpulan ini bisa jalan kalau ada imarohnya (pimpinannya). “ Jadi di ranting-ranting ini kumpulan bisa jalan. Adanya pengurus itu untuk ditaati sepanjang perintah pengurus itu mengajak untuk bertakwa kepada Alloh SWT”, tegasnya.
 
Selanjutnya Sumarwati  menghimbau  agar program-program yang  sudah dilaksanakan dengan baik supaya dilestarikan dan dilanjutkan, dan pengurus-pengurus baru hendaknya berinovasi untuk mencari program-program disesuaikan dengan perkembangan jaman dengan tetap berpegang teguh pada Islam Ahlussunnah waljamaah.(Humas Kominfo)
 
Publisher : aris 
 
 
 
 
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…