PEMKAB PEKALONGAN PASTIKAN PENGUNGSI TERPENUHI KEBUTUHAN POKOK

KAJEN - Untuk memastikan keadaan Pengungsi aman, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melakukan kunjungan kepada para pengungsi di Kelurahan Sepacar Kecamatan Tirto pada Sabtu (22/02/2020).
 
Beberapa masyarakat tirto terpaksa masih harus bertahan di pengungsian karena banjir di rumah mereka masih setinggi lutut.“Masih ada beberapa keluarga yang berada di pegungsian sementara, karena banjir dirumahnya masih selutut, ini kita maklumi, dan kita pastikan kebutuhan pokoknya,” terang Bupati kepada awak media.
 
Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan kebutuhan pokok para pengungsi,  seperti makan minum, jajan-jajan, susu, popok bayi dan segala macam untuk kebutuhan anak-anak sudah disediakan. Selain kebutuhan pokok, pemerintah Kabupaten Pekalongan juga menerjunkan tim kesehatan dari dinas kesehatan yang berjaga selama 24 jam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
Bupati juga menjelaskan bahwa yang lebih penting yaitu mencari solusi untuk mengatasi banjir tahunan di Kecamatan Tirto khususnya di Kelurahan Sepacar karena daerah Kelurahan Sepacar berbatasan dengan kota, terletak di sebelah selatan rel kereta api, sebelah selatan jalur pantura, kemudian sebelah baratnya terdapat sungai besar yaitu sungai cengkareng, daerah yang secara geografis untuk penampungan air, sehingga perlu adanya solusi agar banjir tidak terulang lagi di tahun berikutnya. Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah merencanakan solusi dengan melakukan pengerukan sungai Meduri bagian selatan.
Karena secara geografis tirto berbatasan dengan wilayah kota, maka bupati akan koordinasi dengan walikota, kemudian selain dengan pengerukan sungai meduri Pemkab juga sedang memikirkan bagaimana membuat penampungan air untuk menjaga air agar tidak masuk ke daerah Sepacar semua, pemerintah perlu menggunakan kajian yang komprehensif dan mencari solusinya supaya tidak terjadi banjir tahunan.
 
Bupati juga menambahkan bahwa wilayah Kabupaten Pekalongan yang dulu pusat banjirnya berada di daerah sebelah utara pantura seperti Mulyorejo, Jeruk Sari, Karangjompo kemudian Kecamatan Wonokerto pada umumnya sekarang hanya banjir air hujan dan sudah tidak ada banjir air rob. “Sekarang banjir air, airnya itu air hujan, sudah bukan rob, robnya sudah tidak ada, sekarang ganti masalah di sebelah selatan, ini akan kita atasi,” Jelas Bupati.
 
Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah mempunyai grand desain untuk mengatasi banjir tahunan yang ada di wilayah perkotaan di Kabupaten Pekalongan, dan yang di daerah-daerah lain tinggal merevitalisasi saluran-salurannya. Pemkab akan berfikir serius untuk mengurai air di Desa Sepacar sebagai tempat penampungan air dari seluruh wilayah Kecamatan Tirto, hilirnya yang kebetulah ke Sepacar semua karena daerah cekungan jadi sangat mungkin Sepacar terkena banjir, namun pemkab tidak akan membiarkan dan harus ada rekayasa mekanika bagaimana agar banjir tidak terulang kembali, untuk rekayasa sosial sudah berhasil dilakukan, penanganan tanggap darurat sudah berjalan dengan baik, masyarakat sadar dan gotong royong sehingga saling membantu, sehingga di pengungsian para pengungsi gembira dan sehat, dan diperkirakan para pengungsi besok sudah bisa pulang ke rumah masing-masing.
 
Yang terpenting bagi pemkab adalah bagaimana anatomi banjir ini bisa di bedah sehingga antisipasinya lebih memungkinkan lagi seperti yang sudah dilakukan di bagian Tirto sebelah utara, tahun lalu masyarakat mengungsi pada saat menjelang lebaran, kemudian pemkab janjikan lebaran tahun berikutnya tidak terulang lagi dan ini sudah berjalan.
 
Harapannya di Sepacar juga akan seperti itu, saat musim hujan tidak banjir lagi karena ada rekayasa yang pemkab lakukan dengan kajian-kajian yang komprehensif maka bisa diatasi, bupati optimis bisa mengatasi persoalan banjir.
 
Selanjutnya Bupati mengucapkan terimakasih kepada owner pemilik Dupan Tex yang sudah memberikan fasilitas kepada para pengungsi karena Dupan Tex juga perduli kepada masyarakat sekitar, dengan memberikan sarana masjid untuk pengungsian, Bupati berpesan untuk mendijaga keamanan fasilitas air, perlu disiapkan karena ketika malam air bisa masuk.
 
Kemudian Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh relawan, baik pemerintah, terutama yang dimotori oleh BPBD kemudian PMI, TNI, Polri, warga masyarakat semua yang telah berbondong-bondong meringankan beban sesama saudaranya. “Inilah kearifan lokal masyarakat pekalongan yang harus kita pertahankan, berat sama dijinjing ringan sama di pikul, gotong royong menjadi nafas kita sehingga tidak ada persoalan yang berat,” (Red).
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…