PEMKAB PEKALONGAN DUKUNG UPAYA PMI MANDIRI

KAJEN - Palang Merah Indonesia (PM) merupakan organisasi yang sehat, organisasi yang eksis, yang pengelolaan organisasinya berjalan dengan baik, mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparasi dan partisipasi. 
Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti selaku Ketua PMI Kab Pekalongan saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah III PMI di Hotel Marlin Wiradesa, Jumat (6/09/2019) kemarin.
Wakil Bupati mengungkapkan pembangunan Kabupaten Pekalongan secara signifikan terus mengalami peningkatan. Sebagai contoh angka kemiskinan. Kalau dulu sampai belasan (12,98%), angkanya sekarang turun menjadi 10,06%. Laju pertumbuhan ekonomi juga semakin naik walau sedikit demi sedikit. 
"Tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2016 sebesar 6,56%, tahun 2017 menjadi 4,39%. Indeks  pembangunan manusia (IPM) menunjukkan kecenderungan meningkat, pada tahun 2017 sebesar 67,1, tahun 2018 naik 68,40," ungkap Arini. 
Dijelaskan Arini, capaian-capaian itu juga,secara tidak langsung karena keterlibatan PMI yang dibantu oleh komponen seluruh masyarakat. 
"PMI menjadi Garda terdepan setiap kali ada bencana. PMI biasanya paling duluan ada di tempat bencana. Telah menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan pelayanan. Masyarakat menaruh kepercayaan penuh kepada PMI sebagai lembaga kemanusiaan," terang Arini. 
Hal ini, kata Wakil Bupati, harus kita jaga dan kita pupuk bersama.Sehingga visi PMI yang berkarakter , profesional, mandiri dan dicintai masyarakat. Mari kita wujudkan visit misi tersebut dengan cara menjadi organisasi kemanusiaan terdepan, memberikan layanan berkualitas melalui kerjasama dengan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. 
"Mari PMI meningkatkan kemandirian organisasi melalui kemitraan yang strategis, berkesinambungan baik itu dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan dan pemandu kepentingan lainnya di semua tingkatan dimana kita meningkatkan reputasi organisasi PMI nasional atau internasional, " imbuhnya.
Wakil Bupati Arini menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan berkomitmen dan mendukung upaya-upaya PMI untuk menjadi organisasi yang semakin mandiri dan profesional. Kata Arini, Pemkab sedang merencanakan markas PMI Kabupaten Pekalongan akan dibangun di Desa Kebonagung Kecamatan Kajen. 
Terakhir dalam sambutannya Arini mengajak untuk kuatkan kebersamaan, kemitraan, penguasaan dan pemaanfaatan teknologi informasi.
"Kita semua tahu dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang begitu besar, maka ini juga merubah perilaku kita, masyarakat kita, oleh karena itu manfaatkan teknologi dengan sebaik baiknya untuk mendukung tugas tugas dan pelayanan kemanusiaan," tandasnya.
Sementara itu wakil ketua I bidang organisasi PMI propinsi Jaws Tengah, Edi Sudanto, MH, MSi, mengatakan kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah ( Rakorwil) dalam rangka silaturahmi pengurus PMI wilayah III, dan tukar pikiran atau sharing untuk menyamakan visi misi supaya  PMI wilayah III dapat eksis secara terus menerus, dengan hasil peningkatan koordinasi integrasi dan sinkronisasi, bagaimana mengelola PMI di wilayah jateng ini.
PMI merupakan satu satunya organisasi kemanusiaan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui kepres tahun 1950 dan 1963, juga undang-undang. Sehingga mau tidak mau pemerintah harus terlibat didalamnya. Mau tdak mau PMI harus mengakses, selalu bekerja sama dengan pemerintah. 
Sebagai organisasi bidang kemanusiaan paling tua, PMI akan tetap eksis sampai akhir zaman. Tugasnya menyiapkan kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. PMI juga bertugas dalam penanganan penanggulangan bencana. PMI bertugas selalu merujuk membantu pemerintah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD).
PMI propinsi Jawa tengah didukung 35 PMI kabupaten kota. PMI propinsi jawa tengah dijadikan rujukan bagi PMI di luar jawa tengah seperti DKI Jakarta, jawa Timur, jawa bàrat bahkan luar jawa. PMI kabupaten kota pun juga dipakai sebagai rujukan, seperti purwokerto, banyumas, cilacap semàrang dan solo.
Tugas PMI propinsi jawa tengah sebenarnya lebih bersifat koordinasi dan back up. Apabila ada hal-hal yang tidak bisa ditangani di kabupaten kota, maka bisa berkoordinasi bagaimana dapat diselesaikan. Selaku back up, maka di dalam pengambilan keputusan yang ditetapkan oleh PMI propinsi jawa tengah sangat membutuhkan masukan masukan Dari kabupaten kota melalui rapat koordinasi. 
Menurut Edi, satu kata kunci supaya PMI berjalan dengan baik, adalah integritas. Apa yang bisa kita lakukan. Kejujuran, keterbukaan sehingga PMI bisa eksis. (Red)
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…