BUPATI PEKALONGAN ASIP KHOLBIHI PASTIKAN 2.086 PEDAGANG TEMPATI PASAR KEDUNGWUNI

KAJEN - Pemkab Pekalongan pastikan 2.086 pedagang bisa tempati Pasar Kedungwuni yang akan rampung dikerjakan akhir tahun 2019 ini.
 
Selain itu, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si juga akan meresmikan nama baru untuk pasar Kedungwuni tersebut. Adapun nama yang dipilih yaitu, Pasar Kedungrejo. Dengan arti pasar baru menjadi pusat rezeki bagi pedagang.
 
Dengan total pendanaan Rp 70 miliar lebih, Bupati Asip memproyeksikan Pasar Kedungrejo menjadi pasar skala Internasional.
 
“Kami akan proyeksikan Pasar Kedungrejo menjadi pasar skala Internasional dan Nasional, karena melihat potensinya barang dari Pasar Kedungrejo dipasarkan hingga Saudi dan beberapa negara di Asia,” katanya saat menghadiri Halal Bihalal Pedagang Kedungwuni di Pasar Darurat, Sabtu (15/6/2019) siang.
 
Dipaparkannya, pembangunan tahap awal memakan dana Rp 26 miliar, dan akan dilanjutkan dengan dana Rp 32 miliar.
 
“Kekurangannya hanya Rp 10 miliar dan sudah ditutup melalui bantuan dari Pemerintah Pusat. Akhir tahun ini Pasar Kedungrejo bisa ditempati pedagang. Kami juga akan memperluas pasar dengan membeli lahan untuk terminal senilai Rp 4 miliar,” ujarnya.
 
Dilanjutkannya, dari 2.086 pedagang, hanya 897 yang memiliki Kartu Tanda Pedagang (KTP).
 
“Masih ada 1.189 pedagang yang belum memiliki KTP, namun semua sudah didata dan kami pastikan semua pedagang yang sudah didata bisa menempati Pasar Kedungrejo,” terangnya.
 
Bupati Asip juga menyinggung terkait biaya sewa untuk pedagang yang akan menempati Pasar Kedungrejo nanti.
 
“Pasar dibangun melalui dana dari rakyat, jadi bisa disimpulkan tidak ada biaya sewa seperti pasar komersial,” tuturnya.
 
Ia menambahkan, untuk para pedagang jangan sampai terpancing dengan bujuk rayu oknum tak bertanggungjawab, yang menjanjikan tempat berdagang di Pasar Kedungrejo.
 
“Jika merasa bingung para pedagang bisa langsung menanyakan ke Dinas terkait tentang informasi tempat pedagang di Pasar Kedungrejo. Jangan sampai terpancing dengan oknum tak bertanggungjawab,” tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
 
Publisher : aris
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…