BUPATI PEKALONGAN TINJAU KAWASAN TERGENANG ROB DI WONOKERTO DAN SALURKAN BANTUAN

KAJEN - Proyek multiyears pembangunan tanggul raksasa sepanjang 6-7 kilometer, melintang dari kawasan pesisir Kabupaten Pekalongan hingga Kota Pekalongan, untuk menanggulangi masalah rob, Kamis siang (25/4/2019), ditinjau Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si.
 
Hal itu dilakukan secara mendadak lantaran sekarang ini terjadi genangan air rob di permukiman warga kawasan pesisir, dari limpasan air laut. Bahkan kondisi demikian diperkirakan akan terjadi sampai Juni mendatang.
 
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama beberapa Kepala OPD Pemkab Pekalongan  saat melakukan tinjauan mendapati beberapa kawasan di Kecamatan Wonokerto, lokasi dibangunnya tanggul, tergenang rob.
 
"Sekarang ini rob sedang muncul, jadi mulai April sampai Juni mendatang rob akan tinggi. Apa korelasinya dengan tanggul yang ditinjau. Karena Pemkab mendukung penuh program tanggul, dengan pola multiyears untuk menanggulangi rob," kata bupati.
 
Tapi kenapa masih terjadi rob?. Asip menyatakan bahwa proyek tersebut sekarang ini masih dalam progres, dan masih ada dua sungai yang melimpaskan air laut ke permukiman. "Kenapa belum di atasi?, karena masih ada banyak kapal. Kenapa kapal belum dipindahkan?, karena belum ada tempat tambatannya," tandas dia. 
 
Kedua sungai tersebut adalah Sungai Tratebang dan Mrican. Di Sungai Tratebang terdapat 100 kapal, sedangkan di Mrican sampai 160 kapal. Tak lama lagi akan segera di pindahkan. Dan proyek akan terus berlangsung sampai kontrak selesai, akhir Desember tahun ini.
 
"Jadi sekarang ini masyarakat terdampak rob diharapkan bersabar, karena nanti setelah tanggul terselesaikan, masalah rob dapat ditangani secara baik. Dan sekarang saja meski rob tinggi, tapi kondisinya sudah berbeda dari tahun sebelumnya tidak tinggi sekali," ungkap Bupati Asip.
 
Herdiana Kusuma Ningrum, PPK Sungai Pantai II, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, menyebut bahwa proyek APBN multiyears dari Desember 2017 - Desember 2019 tersebut, melakukan pekerjaan penanggulangan banjir dan rob, dengan pembuatan tanggul sepanjang 6-7 kilo meter.
 
Kemudian pembuatan rumah pompa dengan penutupan dua sungai, untuk antisipasi ketika terjadi luapan air hujan. "Sekarang progresnya sudah mencapai 60 persen, sehingga kami mengharap masyarakat bersabar. Dan Desember kami memastikan sudah selesai sesuai kontraknya," tambah Herdiana.
 
Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, menyebut bahwa rob yang terjadi beberapa hari terakhir menggenangi ribuan rumah di kawasan Kecamatan Wonokerto. Kemudian juga terjadi di Kecamatan Tirto, karena limpasan air laut.
 
"Semua sudah kita tinjau, dan kami memberikan bantuan bahan makanan di Kecamatan Wonokerto untuk membantu warga terdampak. Kemudian sekarang ini juga sedang dilakukan pembangunan tanggul, agar masalah rob dapat ditangani," jelas Budi.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
 
 
Publisher : aris 
 
 
 
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…