BUPATI PEKALONGAN ASIP KHOLBIHI MINTA FATAYAT NU BERPARTISIPASI DALAM PENGENTASAN PERNIKAHAN USIA DINI

KAJEN – Kabupaten Pekalongan menempati peringkat ketiga jumlah pernikahan anak usia dini terbanyak di Jawa Tengah, dengan 2.024 kasus pada 2017. Untuk ini kami berharap Fatayat NU bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dalam konteks pemberdayaan pasangan pernikahan usia dini.
 
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menghadiri Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-69 Fatayat NU Kabupaten Pekalongan dan Peringatan Hari Kartini, Jumat (19/04/2019) sore. Acara diselenggarakan di Aula Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kajen di Jalan Raya Rowolaku Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
 
Hadir dalam kesempatan itu antara lain Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH selaku penasehat Fatayat NU, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan sekaligus istri Bupati yakni Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, Pengurus Cabang NU Kabupaten Pekalongan. Hadir pula para perwakilan gabungan organisasi wanita (GOW) di Kabupaten Pekalongan seperti Dharma Wanita, Persit, Bhayangkari, Aisyiyah, Nasiyatul Aisyiyah, Umri Rifaiyah, dan lain sebagainya.
 
Menurut Bupati Asip di Kabupaten Pekalongan angka pernikahan dini sangat tinggi. Oleh karena itu, melalui kerjasama dengan Fatayat NU, nantinya akan diberikan pencerahan dan motivasi agar anak-anak Kabupaten Pekalongan tidak cepat-cepat menikah tapi betul-betul menyiapkan lahir batinnya.
 
"Sehingga pada saat melahirkan bisa melahirkan generasi yang sehat dan bisa menekan angka kematian ibu pada saat melahirkan," ujar Bupati.
 
Lebih lanjut Bupati berharap, Harlah ke-69 Fatayat NU agar dapat dijadikan refleksi dan muhasabah atas kinerja yang telah dilakukan Fatayat NU.
 
“Melalui harlah ke-69 Fatayat NU ini saya juga meminta kepada Fatayat NU untuk melakukan penguatan kelembagaan organisasi,. Selain itu juga meningkatkan kapasitas anggota. Dan yang tidak kalah pentingya adalah agar Fatayat NU menyuarakan kebaikan dan kesantunan di masyarakat," tandas Bupati Asip Kholbihi.
 
Sementara itu, Dra. Hj. Mufasiroh, M.S.I – Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Pekalongan mengatakan tema yang diambil dalam Harlah ini yaitu mengkokohkan NKRI dengan melestarikan tradisi Islam nusantara.
 
"Keluarga besar Fatayat NU memiliki kewajiban untuk berperan aktif menjaga kondusifitas, kerukunan antar umat beragama karena kita hidup di Indonesia yang mempunyai banyak perbedaan ras, suku, agama, golongan maupun budaya namun tetap dalam satu bingkai NKRI dengan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.
 
Menurut Mufasiroh peserta yang mengikuti Harlah Fatayat NU ke 69 kali ini ada 1.500 orang. Kemudian, Harlah tahun ini berbeda dengan Harlah tahun kemarin. Karena, di tahun ini Harlah di laksanakan setelah pesta demokrasi 17 April 2019 kemarin.
 
"Di harlah ini saya berpesan kepada seluruh anggota maupun kader Fatayat NU untuk lebih merapatkan barisan. Kemudian mengenai pesta demokrasi bagi Fatayat itu sangat berarti dan 90 persen Fatayat di Kabupaten Pekalongan kut menggunakan hak suaranya," jelasnya.
 
Resepsi Harlah Fatayat NU ke-69 ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan Hj. Mufasiroh dan diserahkan kepada Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi istri dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH.
 
Dan Hari Lahir ke-69 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut dimeriahkan oleh penampilan 50 grup rebana se Kabupaten Pekalongan Selain itu tarian Saman yang dibawakan oleh siswa-siswi MTs Salafiyah Paninggaran. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
 
Publisher : aris 
 
 
 
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…