1. Potensi Unggulan Batik
Batik adalah merupakan salah satu icon Kabupaten Pekalongan, terdapat berbagai jenis batik di Kabupaten Pekalongan diantaranya adalah :
a. batik tulis atau canting
a. batik tenun
b. batik cap
c. batik sablon
d. batik sutera
e. batik pesisir
Bahwa batik menjadi salah satu jenis usaha produktif yang cukup berkembang dan sangat potensial sekali untuk ditingkatkan serta dapat menarik iklim investasi potensi daerah Kabupaten Pekalongan. Ada 6.122 unit usaha produktif batik di Kabupaten Pekalongan dengan jumlah tenaga kerja 66.122 orang yang tersebar di wilayah Kecamatan Wiradesa, Tirto, Kedungwuni, Wonokerto, Buaran, Doro, Siwalan dan Sragi.
2. Potensi unggulan ATBM kerajinan dari eceng gondok dan akar wangi
ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) adalah merupakan alat tenun yang masih digunakan oleh para pengrajin yang ada di Kabupaten Pekalongan, ATBM digunakan untuk membuat kerajinan dari bahan eceng gondok dan akar wangi, kegiatan survey dilakukan di kecamatan buaran dan karangdadap.
3. Potensi Unggulan Pariwisata
Potensi unggulan pariwisata di Kabupaten Pekalongan sangat luar biasa dari kawasan pantai sampai daerah pegunungan, obyek wisata yang ada di Kabupaten Pekalogan adalah :
a. Wisata linggo asri
• Pura (tempat ibadah agama hindu)
• Outbound centre
b. Wisata pantai depok
c. Wisata pantai wonokerto
d. Wisata kampung batik
e. Ekowisata petungkriyono
f. Wisata Kabalong
g. Wisata budaya kesenian tradisional
Obyek wisata yang ada belum dikelolo secara maksimal dan keterlibatan pihak lain dalam pengelolaan obyek wisata itu sendiri belum dibangun, baik melalui biro perjalanan wisata atau pun media yang menjual tentang obyek wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan. Keterlibatan para pihak dalam pengelolaan obyek wisata masih perlu ditingkatkan dan melakukan kerjasama, keterbatasan anggaran merupakan kendala yang perlu diantasipasi, dengan adanya peran-peran para pihak dalam pengeloaan obyek wisata dapat memberikan warna dan percepatan serta peluang investasi yang sangat menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pengeloaan obyek wisata tersebut.
4. Potensi Unggulan Peternakan (Sapi)
Masyarakat Kabupaten Pekalongan pada umumnya memiliki ternak yang diperihara, pemeliharan ternak ini menjadi tumpauan yang sangat menunjang bagi kehidupan masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan, kegiatan beternat dijadikan sebagai tabungan oleh masyarakat untuk keperluan seperti biaya sekolah, hajatan bahkan untuk biaya kuliah dan lain-lain.
Jenis ternak yang dipelihara oleh masyarakat sangat banyak seperti unggas (ayam, bebek dan angsa), sapi, kerbau, kambing dan domba, serta ada juga yang memelihara kuda sebagai angkutan dan babi.
Ternak yang sangat potensi di kembangkan adalah ternak sapi dan kerbau, pakan yang tersedia cukup banyak dan mempunyai daya jual tinggi serta pasar yang cukup terbuka serta populasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Data dari dinas pertanian bahwa peternakan di Kabupaten Pekalongan untuk sapi ada di 19 kecamatan Kabupaten rata-rata di tiap-tiap kecamatan sekitar 100 ekor lebih bahkan di kandang serang mencapai 1600 ekor, paninggaran 3206 ekor, lebak barang 2380 ekor dan petungkriyono 1767 ekor.
Potensi unggulan peternakan yaitu pelaku peternak sapi yang ada di wilayah Kabipaten Pekalongan di kecamatan petungkriyono, kajen, kandangserang, kesesi, talun, paninggaran, karangdadap dan sragi.
5. Potensi Unggulan Agro dan Hortikultura
Wilayah Kabupaten Pekalongan secara geografis merupakan daerah tropis yang sangat kaya akan potensi tanaman buah dan sayuran, hampir setiap pekarangan dan kebun ditanami berbagai jenis tanaman seperti durian, mangga, rambutan, jambu biji, sawo, pete, jengkol, nangka dan manggis serta tanaman kayu yang sudah biasa ditanam adalah pinus, jati, sengon, dll. Jenis tanaman lain seperti kopi, cengkeh, jeruk, pisang, menjadi hasil yang sangat pontesi dalam meningkatkan ekonomi bagi masyarakat, jenis produk lain ialah dari jenis tanaman sayuran untuk daerah pegunungan diantaranya jenis kentang, kol, cabe, melon, dll. Potensi ini masih dijual dalam bentuk mentah belum diolah menjadi produk yang dapat meningkatkan kehidupan masyarakat, peran pengepul sangat mendominasii terutama soal harga dan belum adanya sebuah wadah yang menampung hasil produksi tersebut dengan harga yang sesuai.
6. Potensi Unggulan Perikanan (Tawar dan Laut)
Potensi perikanan di Kabupaten Pekalongan memang sangat luar biasa, potensi perikanan laut yang sangat berlimpah serta tambak-tambak yang dikembangkan menambah kekayaan perikanan yang ada di wilayah ini. Perikanan air tawar di Wilayah Kabupaten Pekalongan tersebar di seluruh Kecamatan, peluang usaha ini masih terdapat tempat yang sangat luas untuk pengembangan kegiatannya. Oleh karenanya usaha perikanan ini disamping berpotensi untuk usaha pengembangannya juga berpeluang investasi dalam usaha pengolahannya. Berdasarkan data yang ada bahwa potensi perikanan di Kabupaten Pekalongan untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
| NO. | POTENSI | LUAS | KETERANGAN | |
| 1. | POTENSI PERIKANAN TANGKAP (LAUT) | Kabupaten Pekalongan mempunyai 2 TPI yaitu PPP Wonokerto dan PPI Jambean dengan total produksi ikan laut sebesar ± 1.714,60 ton / tahun, dengan jumlah kelompok nelayan 20 kelompok dengan anggota 589 orang, dengan didukung KUD Minosoyo dan KSU Tirta Mina Mandiri sebagai wadah mereka. | ||
| 2. | PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA TAMBAK |
630,30 | tersebar di 3 Kecamatan yaitu Tirto, Wonokerto dan Siwalan dengan jumlah pembudidaya 677 orang, mereka tergabung dalam Pokdakan dengan jumlah anggota 607 orang yang tergabung dalam 1 UPP Tambak Makmur. Produksi yang paling dominan adalah ikan bandeng dengan produksi 1.061,07 ton/thn Koperasi yang membidangi adalah Koperasi Perikanan Darat (KPD) Makmur. | |
| 3. | POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA (KOLAM) | 23,08 ha | tersebar di 19 kecamatan dengan jumlah produksi 124,7 ton/thn, jumlah kelompok pembudidaya 1572 orang yang tergabung dalam 12 kelompok. | |
| 4. | POTENSI UNIT PEMBENIHAN RAKYAT (UPR) | Unit Pembenihan Rakyat Kabupaten Pekalongan sebanyak 81 unit dengan produksi 857.000 ekor/thn yang terdiri dari jenis ikan karper, koi, nila, tawes dan lele. | ||
| 5. | POTENSI UPTD BBI KARANGANYAR | 1,1235 ha | dengan luas bangunan 0,1235 ha dan luas kolam 1 ha, produksi/tahun 304.500 ekor/tahun. Jenis ikan yang diproduksi tawes, karper, koi, nila gift, lele, gurame, nila merah dan bawal. | |
| 6. | POTENSI PENGOLAHAN IKAN |
| ||
| 7. | POTENSI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR | Pengembangan infrastruktur perikanan dan kelautan baik sarana dan prasarana fisik pelabuhan perikanan pantai (break water) dermaga dan revetment, penanaman hutan bakau masih terbuka lebar pengembanganya. | ||
| 8. | POTENSI KONSERVASI KELAUTAN | Kegiatan yang telah dilaksanakan dan penenggelaman Terumbu Karang Buatan (TKB) atau rumpon dasar, sampai saat ini sudah terealisasi 650 unit TKB sedangkan ideal untuk luasan 2 ha adalah 900 unit TKB. |
7. Potensi Unggulan Industri Kreatif dan UMKM
Kegiatan masyarakat yang merupakan kegiatan usaha produktif yang sangat kreatif dan usaha kecil menengah yang sudah dijalankan oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan, kegiatan usaha produktif kreatif ini merupakan potensi unggulan yang perlu ditingkatkan serta kegiatan usaha kecil dan menengahnya dimana pada dua kegiatan tersebut sangat banyak menyerap tenaga kerja.
Industri kreatif yang ada di Kabupaten Pekalongan ini antara lain, industri kerajinan dari bahan limbah tempurung yang di buat kancing baju, tas, dompet, dll, pengolahan kulit ternak, meubel, makanan ringan dan kue, pengolahan bahan bangunan, pengolahan kopi bubuk, ikan pindang, telur asin, batu bata dan lain-lain.
| NO. | JENIS POTENSI | GRANT TOTAL | TINGKATAN POTENSIAL |
| 1. | Batik | 3.433 | potensial |
| 2. | Tenun ATM | 3.374 | cukup potensial |
| 3. | Peternakan Sapi | 3.450 | potensial |
| 4. | Agro dan Horti | 3.653 | potensial |
| 5. | Perikanan | 3.556 | potensial |
| 6. | Industri Kreatif dan UMKM | 3.607 | potensial |
Sumber : Hasil Survei Iklim Usaha
|
DAN WAKTU PENYELESAIAN |
||||
|
NO |
JENIS PERIZINAN |
WAKTU PENYELESAIAN |
||
|
1 |
|
Izin Usaha Industri ( IUI ) Kecil |
|
5 hari kerja |
|
2 |
|
Izin Usaha Industri ( IUI ) Besar |
|
7 hari kerja |
|
3 |
|
Surat Izin Usaha Perdagangan ( SIUP ) |
|
3 hari kerja |
|
4 |
|
Tanda Daftar
Perusahan ( TDP ) |
|
3 hari kerja |
|
5 |
|
Izin
Mendirikan Bangunan ( IMB ) |
|
20 hari
kerja |
|
6 |
|
Izin
Gangguan ( HO ) |
|
14 hari
kerja |
|
7 |
|
Izin
Reklame |
|
7 hari
kerja |
|
8 |
|
Persetujuan
Prinsip |
|
12 hari
kerja |
|
9 |
|
Izin
Usaha Pariwisata |
|
7 hari
kerja |
|
10 |
|
|
|
7 hari
kerja |
|
11 |
|
Gelanggang Renang |
|
7 hari
kerja |
|
12 |
|
Gelanggang Permainan & Ketangkasan |
|
3 hari
kerja |
|
13 |
|
Rumah
Makan |
|
5 hari
kerja |
|
14 |
|
Hotel Melati/Vila/Losmen/Pesanggrahan |
|
7 hari kerja |
|
15 |
|
Karaoke / Diskotik |
|
5 hari kerja |
|
16 |
|
Dunia Fantasi |
|
7 hari kerja |
|
17 |
|
Pusat Seni dan Hiburan |
|
7 hari kerja |
|
18 |
|
Fitnes Centre |
|
3 hari kerja |
|
19 |
|
Izin
Pengobatan Tradisional |
|
30 hari
kerja |
|
20 |
|
Izin Industri Rumah Tangga Pangan ( IRTP ) |
|
30 hari
kerja |
|
21 |
|
Izin Depot Air Isi Ulang |
|
10 hari
kerja |
|
22 |
|
Izin /
Layanan SPA |
|
10 hari
kerja |
|
23 |
|
Izin
Galian Golongan C |
|
7 hari
kerja |
































