BUPATI MINTA SEMUA PUSKESMAS DI KABUPATEN PEKALONGAN MENINGKATKAN PELAYANAN

 

 

 

KAJEN - "Saya mempunyai kepentingan yang sangat mendalam terutama dalam rangka bagaimana membangun performance rumah sakit dan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan,". Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat menghadiri Opening Meeting Penilaian Survey Akreditasi Puskesmas Wonopringgo dan Puskesmas Kedungwuni I, Minggu (3/9/2017) malam di Ballroom Hotel Santika Kota Pekalongan.

Hadir antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr. Sutanto Setiabudi, M.Kes beserta jajaran, Kepala Puskesmas Wonopringgo beserta jajaran, Kepala Puskesmas Kedungwuni I beserta jajaran, Camat Kedungwuni dan Tim Penilai Survey Akreditasi terdiri atas Ketua Tim dr. Esty Martiana Rachmie (Bidang Admen/Administrasi dan Manajemen), dr. H. Hibsah Ridwan, M.Sc (Bidang UKM) dan dr. Papilaya Johan, MARS (Bidang UKP).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya mempelajari banyak hal terkait aspek kelembagaan yang memang menjadi domain dari para surveior. Ini adalah langkah awal agar apa yang kita selenggarakan sudah sesuai dengan standar. Insya Allah berdasarkan pengalaman yang sudah ada, kita selalu serius dalam menggarap masalah kesehatan di Kabupaten Pekalongan.

Kedua, kata Bupati, karena memang kita butuh akreditasi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja kita baik pada tingkat peningkatan aspek administrasinya maupun pada aspek pelayanannya. Kedua hal pokok inilah yang akan menjadi tujuan utama dari Akreditasi ini.

"Di ujung dari semua ini, karena ada pekerjaan rumah yang besar dan saya sudah berikrar agar indek pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan yang secara umum di tingkat Jawa Tengah sebesar 67 dibawah Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 68. Untuk tingkat nasional pada tahun 2017 sebesar 69. Sehingga masih ada 2 digit yang harus kita kejar, minimal pada tahun 2018 IPM kita bisa 68 setara dengan Provinsi Jawa Tengah," terang Bupati.

"Sehingga dari 8 indikator pembangunan, saya meyakini bahwa pada akhirnya nanti, kemarin baru 2 yang warna hitam dan masih ada 6 yang merah (berdasarkan survei BPS tahun 2015), insya Allah dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja trengginas, 8 indikator ini akan bisa semuanya menjadi warna hitam," imbuhnya.

Kenapa IPM kita di Jawa Tengah masih merah? Bupati sudah diskusi dan menanyakan kepada Kepala BPS Jawa Tengah. Katanya ada yang perlu diperbaiki di Kabupaten Pekalongan yaitu kaitannya dengan pelayanan kesehatan, utamanya adalah menekan angka kematian ibu hamil.

Mudah-mudahan upaya Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya dan mendapat support dari para melantrofis seperti organisasi sosial, organisasi massa, dan maupun perorangan akan semakin meningkatkan derajat pelayanan kita kepada masyarakat. Hal yang paling penting adalah kita menata kelembagaan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan.

“Target saya pada tahun 2019, sebanyak 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan sudah selesai semua. Saya minta dalam penilaian akreditasi ini semua terbuka, karena kita akan mengetahui situasi awal kita, sehingga kita akan tahu persis kondisi eksitingnya, dan dari situlah akan kita benahi.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Survey Akreditasi dr. Esty Martiana Rachmie, dalam sambutannya menyampaikan tujuan akreditasi. Menurutnya, tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Disamping itu, juga untuk meningkatkan perlindungan bagi sumber daya manusia kesehatan, masyarakat dan lingkungannya, serta Puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi sebagai institusi.

"Dan terakhir adalah untuk meningkatkan kinerja Puskesmas, Klinik Pratama, tempat praktik mandiri dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi dalam pelayanan kesehatan perseorangan dan/atau kesehatan masyarakat," tutur dr. Esty. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Publisher : arif

 

 

 

Anda disini: Home Informasi Berita Berita Lokal BUPATI MINTA SEMUA PUSKESMAS DI KABUPATEN PEKALONGAN MENINGKATKAN PELAYANAN