Jakarta (ANTARA News) - Menteri ESDM Jero Wacik mengharapkan masyarakat kelas menengah ke atas menggunakan pertamax ketika pengaturan bahan bakar minyak bersubsidi mulai diberlakukan pada 1 April 2012.
"Ini ada pengaturan, arahnya adalah untuk menggunakan gas, itu alternatifnya, kemudian satu lagi berpindah ke pertamax atau yang tidak bersubsidi," katanya seusai rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin.
Menurut Jero, kendaraan berplat hitam harus tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi karena yang berhak mendapatkan bensin jenis premium dan solar adalah masyarakat menengah ke bawah.
Namun, dia mengakui pengaturan tersebut tidak mudah dilakukan dan saat ini pemerintah sedang mempersiapkan sosialisasi serta sarana pendukung untuk persiapan program dalam tiga bulan kedepan. "Untuk mengatur itu biasanya orang menengah atas yang punya mobil plat hitam, ini pun masih memiliki keinginan yang mau dapat subsidi. Padahal sebetulnya itu sudah dianggap tidak berhak dan ini yang harus diatur," ujarnya.
Jero mengatakan, pemerintah akan terus menghimbau kepada masyarakat kelas menengah ke atas agar tidak menggunakan BBM bersubsidi. "Yang menengah atas bisa kita berikan pengertian untuk memakai Pertamax, tapi `kan tidak bisa dipaksa," ujarnya.
Pemerintah juga akan menyiapkan subsidi untuk pengadaan "converter" gas sebanyak 250 ribu untuk kendaraan umum dan masyarakat menengah ke bawah pengguna plat hitam yang belum sanggup beralih ke pertamax.
"Untuk masyarakat kelas menengah ke bawah ini tidak mampu membeli pertamax, kami akan mendorong membeli gas. Untuk membeli gas ada peralatan yang harus ada, satu di mobilnya sendiri harus ada `converter kit` dan inilah yang harus kita urus," kata Jero.
Ia mengatakan, pemerintah akan menyediakan "converter" senilai Rp11 juta hingga 14 juta kepada kendaraan umum secara gratis dengan masa transisi secara bertahap selama setahun, dan akan diberlakukan mulai wilayah Jabodetabek. "Nanti di tahun-tahun depannya kita mengharapkan mobil-mobil yang dibuat di Indonesia itu sudah ada `converter kit`-nya. Tinggal pakai gas dan sudah otomatis," ujar Jero.
Sementara itu, masih dari sumber Antara News, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengharapkan Peraturan Presiden terkait pengaturan BBM bersubsidi segera terbit agar para pemangku kepentingan dalam industri energi dapat segera melakukan penyesuaian.
Menkeu mengatakan, apabila Perpres tersebut terbit, maka para pemilik SPBU bisa mempersiapkan diri dan menyiapkan investasi atas infrastruktur pendukung berupa pompa penyalur pertamax dan bahan bakar gas. Menurut dia, untuk mempersiapkan hal itu diperlukan waktu hingga sekitar tiga bulan.
Ia mengharapkan pengaturan BBM bersubsidi dapat mulai diterapkan mulai 1 April untuk wilayah Jawa dan Bali, agar anggaran subsidi energi tahun ini tidak meningkat dan kuota volume dapat terjaga. Sedangkan terkait program konversi dari BBM ke BBG, pemerintah sudah menganggarkan dana sekitar Rp900 miliar dalam APBN 2012 yang dimungkinkan adanya penambahan apabila dana tersebut belum mencukupi.
Sumber : http://www.antaranews.com Editor: Ruslan Burhani






















