Selama tiga tahun itu nantinya ada dua ruang yang akan dibuat menjadi kelas percontohan sekaligus sebagai persiapan SBI. Baik materi, sistem penyampaian, maupun bahasa yang disampaikan menggunakan standar internasional.

"Ada beberapa mata pelajaran yang harus menggunakan bilingual atau dua bahaa yaitu Inggris dan Indonesia," ujarnya.

mata pelajaran itu adalah IPA, Matematika, Bahasa Inggris, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Konsekuensinya, kompetensi pata guru empat mata pelajaran itu harus dikembangkan.

selain itu, sistem administrasi dan pelayanan siswa akan menggunakan sistem online. "hasil ujian atau konsultasi akademik nantinya bisa diakses lewat internet," paparnya.

Ber-AC

Ketua Komite Sekolah SMP 1 Wiradesa Sadiyo menambahkan, sekolah itu juga harus egera melengkapi sarana dan prasarana, diantaranya perbaikan ruangan, gedung, dan fasilitas lain.

Saat ini sekolah sudah punya laboratoriu, bahasa, komputer, dan perpustakaan yang dilengkapi dengan sistem komputerisasi, multimedia, dan jaringan internet.

"Dua ruang belajar yang nantinya digunakan sebagai percontohan akan lebih dulu dilengkapi, tuturnya.

Selain AC, dua ruang itu juga akan dilengkapi dengan peralatan standar untuk pengajaran kreatif, seperti televisi, layar, laptop, dan LCD proyektor.

Penambahan biaya untuk penyediaan sarana prasarana tidak masuk dalam pembiayaan dari pemerintah, sehinga harus digali dari orang tua siswa.

Meski begitu, warga yang tidak mampu tidak akan dipaksakan dan tetap mendapat hak untuk bersekolah. "Kita tetap akan melindungi warga yang tidak mampu," tegasnya. (Sumber Suara Merdeka 23/2)
Anda disini: Home Berita Berita Lokal SMP I Wiradesa Digelontor Rp 800 juta