Perdagangan berbagai barang, khususnya sandang dan pangan, selalu meningkat ketika Ramadan dan Lebaran tiba.

Di Kota  Santri terdapat puluhan ribu UKM dari berbagai jenis usaha, baik perdagangan, pertanian, pertambangan, industri, pengolahan emas, konstruksi, angkutan, listrik, maupun gas.

UKM dibidang jasa seperti hotel, rumah makan, bengkel las, salon, wartel, biro perjalanan, konfeksi dan pencucuian jins juga ikut kebanjiran order.

“Jumlah yang terdaftar 32.248 unit, yang tidak terdaftar masih banyak, yaitu sekitar 40% dari total UKM,” ujar Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi da UKM, Dibyo Hartono.

Jumlah yang begitu banyak itu membuat pembinaan dan pengembangannya menjadi program wajib yang selalu dilaksanakan tiap tahun.

“Banyaknya jumlah usaha kecil membuat kegiatan atau anggaran yang disediakan selalu saja kurang dan tidak optimal,” tandasnya.

Apalagi, sebagian besar diantaranya masih menghadapi beberapa kendala, terutama permodalan, kelembagaan dan pemasaran.

Ditingkat permodalan, sejak 2001 Pemkab telah menggulingkan dana Rp 2,4 miliar. Namun, itu baru menyentuk 10% UKM.

Untuk mengefektifkan pengembangan usaha kecil, maka harus ada upaya penguatan kelembagaan dan pengorganisasian dari UKM agar mau mendirikan koperasi. Jumlah koperasi di Kabupaten Pekalongan yang terdaftar tahun ini 327 unit.

“Jumlah itu masih terlalu sedikit jika dibandingkang jumlah UKM,” tuturnya.

Pendirian koperasi bagi usaha kecil menengah dimaksudkan untuk mengefektifkan penyelesaian masalah secara bersama-sama, khususnya yang terkait dengan produksi dan pemasaran.

"Sebagian besar bantuan permodalan dilewatkan koperasi, dengan harapan bisa lebih dikembangkan," paparnya

Salah satu terobosan yang dilakukan pemkab untuk menguatkan usaha kecil yakni dengan melaksanakan sentralisasi produk unggulan, dengan koperasi sebagai tulang pungung. Dibyo mencontohkan pendirian sentralisasi produk alat tenun bukan mesin (ATBM) di Pakumbulan, Buaran.

Beragam produk sandang dan kerajinan tangan yang dikerjakan ratusan UKM ada dipusat ARBM Pakumbulan. Keberadaan sentra industri itu diharapkan bisa mempermudah para pembeli yang akan berbelanja. “Selain itu juga bisa mengendalikan persaingan agar sehat dan tetap saling bekerja sama,” jelasnya.

Ibarat Permata

Sentra-sentra produk unggulan itu ke depan diharapkan bisa didirikan di berbagai daerah yang punya produk unggulan. Misalnya sentra batik dan konfeksi di Buaran, Wiradesa dan Tirto, sentra jins dan konfeksi di Kedungwuni dan Wonopringgo, sentra kerajinan batok kelapa di Wonopringgo, sentra pertanian di Sragi, Silwalan, Bojong, Kajen, Kesesi dan Karanganyar, sentra perkebunan di Petungkriyono, Kandangserang, Paninggaran, Talun, Doro dan Karanganyar atau sentra perikanan di Wonokerto dan Siwalan.

Bupati Hj. Siti Qomariyah dalam beberapa kesempatan menyerukan kepada tiap camat agar terus menciptakan ikon-ikon produk unggulan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beragam kegiatan untuk merangsang pengembangan produk unggulan dan penguatan UKM juga kerap digelar. Misalnya pameran tahunan kajen Expo yang sudah memasuki tahun kelima.

Tahun ini, Pemkab juga menggelar kirab tumpeng dan produk unggulan di 19 kecamatan dalam ajang perayaan Maulid Nabi. Kegiatan yang digelar pertama kalinya itu memadukan perayaan agama dan kesenian dengan promosi produk unggulan.

“Ibarat permata, kesenian dan produk yang beraneka ragam itu harus terus digosok dan disusun agar lebih indah,” tandas bupati disela-sela acara itu.

Segudang potensi atau kegiatan tak ada artinya jika tidak dibarengi dengan iklim yang sehat untuk mengembangkan UKM. Salah satunya yakni dengan penciptaan sistem birokrasi yang bisa menjamin tumuhnya ekonomi dan ivestasi.

Seperti yang dikemukakan Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali dalam pembukaan Kajen Expo 2007, pembenahan birokrasi tak bisa ditawar untuk memberikan jaminan kenyamanan, kecepatan dan keamanan bagi pengembangan dunia usaha, khususnya UKM (Dikutip dari Suara Merdeka, Senin 24 September 2007)
Anda disini: Home Berita Berita Lokal Menguatkan UKM dengan Sentralisasi Produk Unggulan