DKP

(Press Release : Bag. Humas Setda). KAJEN – Ketahanan pangan dinilai sebagai masalah yang sensitif dan strategis, karena menyangkut kebutuhan yang mendasar. Oleh karena itu, Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, MSi berharap Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan di Aula Lantai 1 Gedung Setda, Senin (21/5) bisa memecahkan masalah terkait peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan.
    Hal itu disampaikan Bupati dalam sambutannya sebelum membuka rakor. Bupati banyak mengoreksi rakor hari itu, antara lain karena rapat tidak diikuti Badan Ketahanan Provinsi Jawa Tengah. Bupati juga berpesan ada agar rapat tidak hanya memaparkan materi, namun bisa memecahkan masalah pertanian di Kabupaten Pekalongan dan ketahanan pangan, mengingat Jawa Tengah, tak terkecuali Kabupaten Pekalongan mendapat tugas Negara sebagai penyangga pangan Nasional.
    Bupati dalam kesempatan tersebut juga memberikan pembinaan kepada jajarannya agar menyadari tugas pokok dan fungsinya. ”Masalah pangan sangat sensitif dan strategis, karena menyangkut kebutuhan yang mendasar. Oleh karena itu, saya mengharap Bapak/ Ibu yang ada di sini, saya harapkan bisa memecahkan masalah, meningkatkan produksi pertanian dan bagaimana kita memajukan daerah,” tutur Bupati Antono.
    Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan, Drs. Mujiyanto selaku Ketua Penyelenggara rakor melaporkan, kegiatan untuk membahas kesiapan Kabupaten Pekalongan dalam mendukung Pengamanan Produksi Beras Nasional (P2BN) 2012.
Rakor diikuti peserta sebanyak 80 orang dari Badan/ Dinas/ Kantor terkait ketahanan pangan, camat , koordinator penyuluh tingkat Kabupaten dan kecamatan, Kepala UPT Pengairan se-Kabupaten Pekalongan perwakilan HKTI, KTNA, dan himpunan kelompok tani lainnya serta tamu undangan.  
    Rakor menghadirkan narasumber Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Pekalongan, DPPK, DPP Provinsi Jawa Tengah, Laboratorium PHP Provinsi Jawa Tengah di Pemalang, serta Bulog Sub Divre Pekalongan.
Dalam rakor dipaparkan produksi gabah di Kabupaten Pekalongan tahun 2011 sebanyak 184.842 ton (103.358 ton setara beras) dan kebutuhannya sebesar 70.345 ton beras. Sementara itu, ramalan produksi padi Kabupaten Pekalongan tahun 2012 yakni sebanyak 182.559 ton, ramalan Provinsi sebanyak 9.432.492 ton dan ramalan Nasional 68,6 juta ton.(Lilik)    

Anda disini: Home Berita Berita Lokal Ketahanan Pangan Masalah Sensitif dan Strategis