stnkLENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar program pemutihan pajak dan denda bagi pemilik kendaraan bermotor yang persyaratan administrasi objek pajaknya telah habis masa berlakunya.

“Program pemutihan digelar selama dua bulan, mulai 1 Juni hingga 31 Juli 2012,” kata Kepala Dinaa Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Jawa Tengah Herry Supangkat di Semarang, Kamis.

Menurut dia, dasar hukum dari pelaksanaan program pemutihan tersebut yakni Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 18 tahun 2012 tentang Pemberian Pembebasan Pokok dan Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor Tahun Lalu.

Program tersebut, lanjut dia, bertujuan untuk membantu masyarakat yang pajak kendaraan bermotornya sudah lama mati atau terlambat dibayar.

“Program tersebut berlaku bagi seluruh kendaraan roda dua dan empat yang terdaftar di Jawa Tengah,” katanya.

Ia menuturkan, melalui keringanan tersebut, para wajib pajak diharapkan dapat kembali patuh dalam melaksanakan kewajibannya di tahun-tahun yang akan datang. Ia mencontohkan, untuk kendaraan bermotor yang pajaknya telah mati hingga sepuluh tahun akan digratiskan pembayaran pajak dan dendanya. “Mereka hanya diwajibkan membayar pajak dan denda pada tahun berjalan,” katanya.  Menurut dia, jumlah objek pajak yang “tertidur” di Jawa Tengah mencapai lima persen dari total kendaraan bermotor yang tercatat.

Ia mengungkapkan, sepeda motor merupakan jenis objek pajak yang paling banyak menunggak pembayaran.  “Salah satu penyebab tingginya tunggakan pajak ini yakni kemudahan kredit sepeda motor selama ini,” tambahnya.

link berita :
http://www.lensaindonesia.com/2012/06/01/hebat-pemprov-jateng-putihkan-pajak-kendaraan-bermotor.html

Anda disini: Home Berita Berita Jawa Tengah Pemprov Jateng ‘Putihkan’ Pajak Kendaraan Bermotor