Harga Makanan Restoran Bakal Naik

Surel Cetak PDF
imagesCABW1VY2

Semarang, CyberNews. Kenaikkan LPG non subsidi 50 kilogram dan 30 kilogram akan berdampak terhadap harga makanan, terutama di tempat usaha makanan seperti restoran dan hotel. Kenaikan tersebut menambah biaya pengusaha dan akan langsung berimbas pada margin.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi memperkirakan kenaikan harga makanan dapat mencapai 5 persen dari harga biasanya. Kenaikan harga LPG non subsidi ini berpengaruh besar terhadap biaya operasional yang dikeluarkan tempat usaha tersebut. Setidaknya pengusaha harus menaikkan harga makanannya untuk mengimbangi dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

"Dengan kenaikan LPG non subsidi hingga 10 persen, perhitungan harga jual makanan bisa naik hingga 5 persen. Ini bisa berdampak pada penurunan penjualan," ujarnya.

Pengusaha makanan pun masih dapat mempertahankan harga makanan seperti biasanya. Namun akan berdampak terhadap keuntungan yang diperolehnya. "Kalau ingin menjaga penjualan seperti biasanya, keuntungan bakal turun setidaknya hingga 2,5 persen," ujarnya.

Jika keuntungan yang diterima tempat usaha makanan turun, ini juga akan berpengaruh terhadap pajak yang diterima daerah ataupun negara. "Pajak yang diterima pemerintah daerah dari pengusaha restoran pun berkurang secara otomatis," katanya.

Dia berpendapat, kenaikan harga LPG non subsidi 50 kilogram ini dapat membuat kecenderungan terjadinya disparitas harga antara gas 50 kilogram, 12 kilogram, dan 3 kilogram. "Bisa jadi akan banyak pengusaha yang lari ke LPG subsidi 3 kilogram," ujarnya.

Djoko, salah satu pemilik restoran di Mal Ciputra Semarang merasa sangat keberatan dengan adanya kenaikan ini. Karena hal ini sudah dipastikan akan mempengaruhi harga jual dari produk yang dihasilkan pada masyarakat.

"Naiknya harga gas elpiji, secara otomotis membuat barang yang kami jual juga akan naik. Ini akan mempengaruhi daya beli masyarakat, sehingga dipastikan akan menurunkan omset penjualan," ujarnya.

Pemerintah seharusnya konsen terhadap masalah elpiji, pada saat minyak tanah tidak lagi disubsidi serta menjaga kestabilan harga elpiji. "Dengan demikian, masyarakat pemakai elpiji tidak merasa resah, serta tenang dan nyaman dalam berusaha," imbuh dia.

Gambar lustrasi, source : http://www.anneahira.com
Jaringan Data Spasial Daerah Kabupaten Pekalongan Bappeda PM Kabupaten Pekalongan Kajen

Pengunjung Online

Kami punya 32 tamu online
You are here: Fasilitas Web Berita Berita Jawa Tengah Harga Makanan Restoran Bakal Naik