nokenNoken merupakan kerajinan tangan pengrajin Papua yang terbuat dari daun pandan dan kulit kayu. Noken biasanya dibawa di kepala untuk membawa barang kebutuhan sehari-hari, seperti hasil-hasil pertanian (sayuran, umbi-umbian, dan barang dagangan) ke pasar.

Noken diambil dari bahasa Biak dari kata inokson atau inoken. Karena keunikannya dibawa dengan kepala, noken didaftarkan ke Unesco sebagai salah satu hasil karya tradisional dan warisan kebudayaan dunia.

Noken dipakai juga untuk menggendong anak karena ventilasi udaranya aman. Sebab, noken terbuat dari daun pandan dan daun-daun lainnya sehingga aman untuk bayi. Noken juga memperkuat otot bayi yang digendong dengan noken sehingga jarang sakit.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti, usulan noken sebagai warisan dunia sudah dilakukan sejak empat tahun terakhir melalui beberapa kali revisi. "Noken diajukan ke Unesco karena fungsinya, bukan sekadar tempat membawa barang, tapi perekat sosial bagi manusia," katanya.

Titus Pekei, Ketua Lembaga Ekologi Papua dan pencetus gagasan menominasi Noken ke Unesco, ikut mendampingi Wamendikbud mewakili masyarakat Papua, yang telah memberi masukan dan mendukung nominasi Noken ke Unesco.

Ada lima domain untuk menetapkan budaya Indonesia menjadi warisan budaya tak benda. Selain tradisi, ekspresi lisan, bahasa, seni pertunjukan, adat istiadat, ritus, perayaan, juga pengetahuan, kebiasan atau perilaku mengenai alam semesta, dan terakhir kemahiran kerajinan seni tradisional. Tahun ini, subak dari Bali sudah diakui sebagai warisan dunia, selain tenun dan noken.

“Pengakuan Unesco ini akan mendorong upaya melindungi dan mengembangkan warisan budaya Noken, yang dimiliki oleh lebih dari 250 suku bangsa di Papua dan Papua Barat," kata guru besar UGM, yang kini memimpin jajaran Kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Carmadi Machbub, Duta Besar RI untuk Unesco menuturkan, inskripsi Noken menambah satu lagi warisan budaya tak benda Indonesia yang telah ditetapkan Unesco, menyusul wayang, keris, batik, diklat warisan budaya batik untuk siswa sekolah, angklung, dan saman.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM, TEMPO.CO
foto: Tribunnews.com
editor web: Kominfo (eip)

Anda disini: Home Artikel Artikel Sosial Budaya Noken (Tas Rajutan Khas Papua) diterima sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco