Memaknai Peran Perempuan Dalam Peringatan Hari Ibu

Surel Cetak PDF

0hariibu83Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-83 Tahun 2011, merupakan upaya mengenang penyelenggaraan Kongres Perserikatan Perempuan Indonesia yang pertama pada tanggal 22 Desember 1928 dan sekaligus menghargai perjuangan panjang kaum perempuan Indonesia, yang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan untuk mewujudkan negara Indonesia yang bersatu, aman, tenteram dan damai serta makmur, sejahtera dan adil. Melalui Keputusan Presiden RI Nomor 316 Tahun 1959, tanggal 22 Desember  dinyatakan sebagai Hari Ibu dan merupakan Hari Nasional bukan hari libur.

Hari Ibu merupakan peringatan terhadap nilai-nilai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang mendambakan nilai persatuan dan kesatuan Indonesia, nilai kebangsaan Indonesia, nilai untuk kemerdekaan Indonesia, nilai kasih sayang ibu Indonesia dan nilai kerelaan berkorban untuk berjuang membangun Indonesia.

Perjuangan untuk mewujudkan kemajuan dan pemajuan kaum perempuan Indonesia belum sepenuhnya berhasil bila dilihat masih adanya perempuan Indonesia hanya sebagai obyek pembangunan dan bukan sebagai subyek pembangunan. Perempuan Indonesia seharusnya dapat dilihat sebagai aset sumber daya manusia dalam pembangunan yang sangat potensial. Potensi-potensi yang dimiliki oleh perempuan Indonesia dapat didorong untuk mengisi kemerdekaan dan membangun ahri depan Indonesia yang lebih baik.

Kaum perempuan Indonesia sebagai ibu dari anak-anaknya memiliki peran utama dalam membangun karakter bangsa, jati diri bangsa dan budi pekeri bangsa, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dihormati, mempunyai jati diri, setara dengan bangsa lain untuk mengukir peradaban manusia dan dunia. Pada konggres perempuan kedua di Jakarta tahun 1935, telah ditetapkan bahwa kewajiban utama perempuan Indonesia adalah menjadi ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang saling menghormati, berbagi peran antara laki-laki dan perempuan, bersikap positip dan produktif, serta memberi kesempatan kepada kaum perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.

Upaya perningkatan peran dan partisipasi perempuan di bidang ekonomi dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender perlu dilihat menjadi satu hal yang sangat strategis dalam meperkuat ketahanan keluarga, ketahanan regional dan apabila telah terkondisikan dan terkonsolidasikan dengan baik akan berimplikasi pada ketahan nasional bangsa. Upaya nyata yang dapat ditempuh untuk menempatkan dan memberdayakan perempuan sesuai tugas dan kewajibannya membutuhkan kemitraan antara perempuan dan laki-laki dalam membanguan ketahanan ekonomi rumah tangga menuju kesejahteraan, mendorong teruwjudnya keadilan dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan bernegara, serta meningkatkan peran serta lembaga pemerintah dan non pemerintah dalam meningkatkan produktivitas ekonomi perempuan, termasuk  industri rumah tangga guna menanggulangi kemiskinan.

Selamat hari Ibu yang ke-83, semoga semakin majulah perempuan Indonesia. Baktimu Ibu untuk bangsa dan negara ini, untuk keluarga dan masyarakat merupakan wujud cinta kasih yang tak ternilai bagi upaya membangun bangsa dan negara kita tercinta Indonesia. (eip/kominfo)

Disarikan dan diimprovisasi dari :
Sambutan Menteri Negara Pemberdyaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, untuk acara Sambuatan pada Upacara Bendera Dalam Rangka Peringatan Hari Ibu ke-83 Tahun 2011.

You are here: Fasilitas Web Artikel Sosial Budaya Memaknai Peran Perempuan Dalam Peringatan Hari Ibu