MENGOLAH KULIT MANGGIS JADI MINUMAN SEHAT BERKHASIAT KAYA ANTIOKSIDAN

Surel Cetak PDF
manggisManggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawaii dan Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat), Manggus (Lampung), Manggusto (Sulawesi Utara), Manggista (Sumatera Barat).

Manggis merupakan salah satu komoditas buah Indonesia sebagai prImadona ekspor yang menjadi andalan Indonesia untuk meningkatkan pendapatan devisa Negara, karena manggis di luar negeri dijuluki dengan "Queen of the Tropical Fruits", yang merupakan refleksi perpaduan dari rasa asam dan manis yang tidak dipunyai oleh komoditas buah-buahan lainnya. Buah manggis yang diperdagangkan pada pasar luar negeri (ekspor) sebagian besar berasal dari kebun rakyat yang belum terpelihara secara baik dan sistem produksinya masih tergantung pada alam (tradisional). Meskipun penanganan budidaya dan pascapanen yang seadanya, ternyata Manggis Indonesia mampu melakukan ekspor dalam jumlah yang cukup besar, bahkan bisa bersaing dengan manggis Negara lain.

Manggis yang diekspor umumnya berasal dari daerah penghasil utama di Sentra Produksi manggis, seperti: Tasikmalaya, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, Lampung, Kampar, Purwerejo, Blitung, Lahat, Tapanuli Selatan, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Trenggalek, Blitar, dan Banyuwangi.

Berdasarkan data, volume ekspor manggis Indonesia dari tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan dari 6,9 ribu ton pada tahun 2003 meningkat menjadi 7,2 ribu ton pada tahun 2003. Dengan pangsa pasar utama adalah Taiwan dan Hongkong.  Pada tahun 2011, produksi manggis nasional mencapai 117.600 ton dengan jumlah ekspor manggis mencapai 12.600 ton dengan nilai 9,9 juta dollar AS (Rp 94 miliar, dengan pangsa pasar utama adalah Hong Kong. Selain itu, manggis juga diekspor ke Cina, Singapura, Malaysia dan Timur Tengah.

Bahkan pada akhir November tahun ini, sebagaimana telah diberitakan di halaman resmi web deptan.go.id, buah Manggis Indonesia akhirnya menembus pasar ekspor Australia. Ekspor perdana telah dilepas Mentan Suswono di Tangerang, Selasa (27/11).

MANFAAT TANAMAN
Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar, sebagai buah kaleng, dibuat sirop/sari buah. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan, wasir dan luka. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.

Buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu buah tropis yang digemari masyarakat Indonesia. Umumnya masyarakat mengkonsumsi buahnya saja, sedangkan kulitnya dibuang. Padahal dari kulit buah manggis ini terdapat khasiat yang menyehatkan yaitu adanya kandungan antioksidan tinggi dan juga memiliki nilai ekonomi bila diolah menjadi sirup sari buah kulit manggis. Sampah atau limbah kulit manggis masih tersedia melimpah atau bahkan sering terbuang sia-sia belum termanfaatkan karena pada umumnya buah manggis dikonsumsi daging buahnya saja.

HASIL PENELITIAN KULIT MANGGIS
Menurut hasil penelitian ternyata limbah kulit manggis tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk makanan atau minuman serta obat-obatan. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan dalam kulit buah manggis terkandung nutrisi, seperti karbohidrat (82,50%), protein (3,02%), dan lemak (6,45%).

Selain itu, kulit buah manggis juga mengandung senyawa yang berperan sebagai antioksidan seperti antosianin (5,76,2 mg/g), xanton dan turunannya (0,7-34,9 mg/g). Penelitian Weecharangsan et al. menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis mempunyai potensi penangkap radikal bebas. Selain itu, kulit buah manggis memiliki manfaat sebagai antikanker, pengobatan penyakit jantung, anti inflamasi, antibakteri, dan anti-aging.

Hasil penelitian Claudia Norma Gupita dan Arintina Rahayuni Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dan telah dipublikasikan oleh Journal of Nutrition College UNDIP (2012), menunjukkan bahwa terdapat kandungan antioksidan yang signifikan pada sari kulit buah manggis.

Hasil aktivitas antioksidan sari kulit buah manggis bervariasi berkisar 80.64-89.70 % tergantung perlakuan ph 3 atau ph 4 dan suhu pasteurisasi. Meskipun demikian variasi pH dan suhu pasteurisasi selama penelitian tidak mempengaruhi aktivitas antioksidan sari kulit buah manggis. Artinya kandungan antioksidan yang dimiliki sari kulit buah manggis tidak akan rusak secara drastis asal dilakukan sesuai dengan pengaturan ph dan pemanasan suhu pasteurisasi.

Hasil dari uji tingkat penerimaan, warna dan rasa dipengaruhi oleh variasi pH dan suhu pasteurisasi, kecuali aroma. Semakin asam, warna sari kulit buah manggis makin disukai.

Seluruh panelis dalam penelitian menyukai warna dan aroma yang dihasilkan dari sari buah manggis, sedangkan untuk menghasilkan rasa yang dapat disukai panelis memiliki prasyarat dan kondisi tertentu.

Untuk aroma sari kulit buah manggis yang paling disukai yaitu sari kulit buah manggis dengan pH4 dan suhu pasteurisasi 95o C. Sedangkan untuk tingkat penerimaan rasa sari kulit buah manggis pada dasarnya, semua rasa sari kulit buah manggis memiliki after taste yaitu rasa sepat, namun rasa sepat pada sari kulit buah manggis dengan pH 4 dan suhu pasteurisasi 95oC masih dapat ditoleransi oleh panelis. Untuk pH 3 dan suhu dibawah 95oc tidak disukai panelis. Bahkan untuk pH 3 dan suhu dibawah 75oC sangat tidak disukai rasanya. Pengasaman tidak dapat menghilangkan rasa sepat pada sari kulit buah manggis.

MENGOLAH KULIT MANGGIS
Salah satu pemanfaatan kulit buah manggis adalah dengan pembuatan minuman sari buah. Senyawa yang berperan sebagai antioksidan seperti xanton dan antosianin memiliki sifat larut dalam air. Oleh karena itu, pembuatan sari kulit manggis diharapkan dapat mempertahankan manfaat dari senyawa tersebut.

Minuman sari buah adalah minuman yang dibuat dari sari buah dan air dengan atau tanpa penambahan gula dan bahan tambahan makanan yang diijinkan, seperti asam sitrat.

Kualitas sari buah dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan dan proses pembuatannya. Tanin yang terkandung dalam kulit buah manggis menyebabkan rasa sepat. Pengaturan pH pada sari buah adalah salah satu upaya untuk menurunkan kadar tanin pada kulit buah manggis, yaitu pada pH asam (pH = 3). Pengaturan pH pada sari buah dengan menambahkan asam sitrat.

Antosianin pada kulit buah manggis menyebabkan warna menjadi merah keunguan. Pada pH asam, warna antosianin berubah menjadi semakin merah. Xanton pada kulit buah manggis memberikan warna kuning. Kedua pigmen alami ini akan mempengaruhi warna sari kulit buah manggis yang akan dihasilkan.

Suhu pasteurisasi juga mempengaruhi senyawa antioksidan pada kulit buah manggis. Antosianin mudah rusak karena pemanasan, sehingga dapat menurunkan bioaktivitasnya. Sedangkan xanton memiliki sifat tahan panas. Oleh karena itu, pengaturan suhu pemanasan yang tepat dapat mengurangi kerusakan senyawa antioksidan pada sari kulit buah manggis.

BAHAN-BAHAN DAN PROSES PENGOLAHAN
Bahan yang digunakan mengacu dalam penelitian diatas meliputi : buah manggis (Garcinia Mangostana L.), asam sitrat, dan gula tebu.

Sari kulit buah manggis dibuat dengan metode sebagai berikut: pencucian kulit buah manggis menggunakan air mengalir, pemblansiran kulit mengunakan metode hot water blanching dengan suhu 80o C selama 3 menit, dan pemblenderan kulit manggis dan air dengan perbandingan 1 : 4 (kulit manggis : air minum).

Bubur kulit manggis yang dihasilkan kemudian diperas menggunakan kain saring. Lalu penambahan asam sitrat pada sari kulit buah manggis sampai pH yang ditentukan dan di diamkan selama 7 jam hingga endapan terpisah dengan cairan. Cairan sari kulit buah manggis yang diperoleh ditambahkan gula,kemudian diaduk hingga homogen. Selanjutnya sari kulit buah manggis dibotolkan dan dipasteurisasi dengan waterbat.
Cara perlakuan selama proses pengolahan dan hasil yang diperoleh terhadap pengaturan pH dan suhu pasteurisasi selama penelitian pembuatan sari kulit buah manggis ini selengkapnya dapat dilihat dalam tabel hasil penelitian dengan mengakses datanya ke http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc. 

Dr Indah Yuliasih, peneliti manggis dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), memberikan cara mengolah kulit buah manggis ini dengan lebih sederhana agar menghasilkan minuman yang menyegarkan dan nikmat.

Pertama, pisahkan kulit manggis dengan buahnya. Pengolahan bisa dengan mengikutsertakan biji manggis (kaya lemak) atau hanya sekadar kulit manggis yang mengandung Xanthone. Gunakan sendok untuk mengeruk bagian dalam kulit yang sudah dibersihkan, dan pisahkan dari kulit keras di bagian luarnya.

Setelah itu, dinginkan di dalam lemari pendingin jika hendak disimpan hingga jumlahnya mencukupi. Lalu, campur dengan ethanol dan air dengan perbandingan 1:2 dan hancurkan dengan blender. Endapkan selama 24 jam, setelah itu saring untuk memisahkan ampas dengan ekstrak Xanthone kulit manggis.

"Untuk membuat rasa yang enak, bisa dicampur dengan madu dan beri pewarna alami ekstrak bunga rosela, dan anggur atau apel sebagai penambah flavor," tutur Indah.

Menurut Indah, hasil pencampuran Xanthone dengan rosela dan madu dipanaskan dengan suhu 90-95 derajat celsius selama 10 menit untuk menguapkan ethanol. Setelah itu, dinginkan dengan suhu kamar lalu campurkan dengan flavor anggur atau apel. Sirup Xanthone siap untuk dinikmati dengan dicampur air.

sumber:
Claudia Norma Gupita dan Arintina Rahayuni Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro,  Journal of Nutrition College, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman 67 – 79 On line di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc
www.health.kompas.com/read/2012/02/02/11262337
www.warintek.ristek.go.id/pertanian/manggis.pdf
www.deptan.go.id

editor web : Kominfo (eip)

Jaringan Data Spasial Daerah Kabupaten Pekalongan Bappeda PM Kabupaten Pekalongan Kajen

Pengunjung Online

Kami punya 58 tamu online
LPSE Kabupaten Pekalongan
RUP SKPD
Video Batik Kota Santri
Free Wifi Hotspot Pemkab Pekalongan
Perpustakaan Kab. Pekalongan
DPRD Kab.Pekalongan
Dinhubkominfo
Dinkes Kab.Pekalongan
Blog Daerah Kabupaten Pekalongan
RSUD Kraton
RSUD Kajen
Bank Kredit Kecamatan Kajen
Humas setda
Pantauan CCTV Perempatan Wiradesa
You are here: Fasilitas Web Artikel Pertanian MENGOLAH KULIT MANGGIS JADI MINUMAN SEHAT BERKHASIAT KAYA ANTIOKSIDAN