BUDI DAYA SENGON UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT PEDESAAN (Bagian II)

Surel Cetak PDF
MANFAAT PENANAMAN SENGON

Manfaat secara teknis :
Manfaat tanaman sengon secara teknis dalam pengelolaan lahan sangat strategis bagi pemerintah karena sengon mampu mengembalikan kesuburan lahan kritis, meningkatkan perlindungan lahan dan pengaturan tata air, mendukung program penghijauan dan pelestarian alam.


Manfaat secara ekonomi-bisnis :
Meningkatkan produktifitas lahan dengan penganekaragaman hasil, peningkatkan produksi kayu untuk masyarakat (kayu bakar, pakan ternak, pupuk hijau/kompos), pemenuhan ketersediaan bahan baku bangunan/kontruksi dan industri dalam negeri, yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai pendapatan petani dan nilai ekonomi tanaman sengon dan perluasan lapangan pekerjaan. Kayu sengon memiliki nilai ekonomi bisnis untuk kayu pertukangan, kayu bakar, bahan kertas (pulp) serta hasil dari tanaman sela. Berdasar analisis kebutuhan dan biaya meliputi pengadaan bibit, penanaman, pupuk, obat-obatan , dan pemeliharaan berdasarkan pengalaman petani penanam sengon menyebutkan, penjualan hasil-hasil yang dipungut , setelah dikurangi seluruh biaya yang dibutuhkan, menghasilkan nilai keuntungan yang cukup besar .Pengolahan lebih lanjut melalui industri perkayuan menghasilkan nilai tambah per m3 bahan baku yang cukup tinggi .                                

BUDIDAYA TANAMAN

A, Penyediaan Bibit / Benih :
Sengon berbunga mulai umur 3 tahun. Pembuahan akan berlangsung sepanjang tahun. Penyerbukan melalui lebah. Bibit tanaman sengon dapat diperoleh melalui penyemaian biji, trubusan , atau melalui kultur jaringan.

Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut: kulit bersih berwarna coklat tua, ukuran benih maksimum, tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan bentuk benih masih utuh.
Kadar air benih sebelum disimpan ? 8%, dikemas dalam kantong plastik kedap udara. Bila disimpan pada suhu 4 - 8 derajat celcius, bisa bertahan selama 18 bulan dengan daya berkecambah 70 - 90%.

Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana. Misalnya dengan asumsi luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m) dengan jarak tanam 3 x 2 meter, satu lubang satu benih sengon, satu kilogram benih berisi 40.000 butir, daya tumbuh 60 % dan tingkat kematian selama di persemaian 15 %, maka hitungan kebutuhan jumlah benih adalah  = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.

B. Persemaian :
Secara tradisional , persemaian dibuat di sekitar kebun sengon, berukuran (1x2 meter) sampai (1x5 meter) berupa bedeng tabur. Bedeng tabur dibuat 10-15 cm lebih tinggi dari permukaan tanah, dibersihkan dari kotoran dan batu, serta digemburkan.1 Kilogram biji sengon kering berisi lebih kurang 40.000 butir . Kulit luar benih sedikit keras, bila tanpa perlakuan pendahuluan perkecambahan tidak akan serempak. Benih akan berkecambah setelah 5 ? 10 hari, bahkan bisa sampai 4 minggu setelah penaburan. Untuk mempercepat dan menyerempakkan perkecambahan, sebelum ditabur benih disiram air mendidih 1-3 menit  sebanyak 4 kali volume benih, lalu dibiarkan mendingin. Angkat dan direndam dalam air dingin selama 24 jam lalu ditiriskan, untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan. Biji ditabur dengan jarak larikan 10 cm Setelah berumur 1-1,5 bulan bibit dipindahkan ke kantong plastik atau pesemaian dengan jarak 10x10 cm.  Atau dengan cara benih langsung ditabur dalam kantong plastik. Bibit berbentuk plances siap ditanam setelah berumur  4-6 bulan, sedang dalam bentuk stump setelah berumur 8-12 bulan. Pada musim hujan bibit harus siap ditanam.

C. Penanaman :
Untuk membantu proses penanaman dilakukan dengan pembuatan dan pemasangan ajir tanam.
Ajir dapat dibuat dari bahan bambu atau kayu dengan ukuran, panjang 0,5 -1 m, lebar 1 - 1,5 cm. Pemasangangan ajir dimaksudkan untuk memberikan tanda dimana bibit harus ditanam, dengan demikian pemasangan ajir tersebut harus sesuai dengan jarak tanam yang digunakan
Pembuatan lobang tanam, lobang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang. Penanaman dengan plances dilakukan dengan membuka kantong plastiknya lebih dulu . Jika ditanam dengan stump , harus dibuat dengan ukuran panjang 30-100 cm .Pada saat menanam, baik dengan plances maupun stump harus diusahakan agar akar tunggangnya tidak terganggu .Anakan yang berasal dari trubusan biasanya dengan meninggalkan 1-2 batang yang tumbuh dari tunggak, namun volume yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diharapkan . Karenanya , untuk memperoleh bibit yang baik , sebaiknya menggunakan biji hasil seleksi atau anakan yang berasal dari kultur jaringan. Jarak tanam yang optimum tergantung pada sasaran yang diharapkan . Untuk hasil kayu sebagai bahan pulp, maka jarak tanam yang pendek (2x3 meter) atau (3x3 meter) . Sedang untuk bahan bangunan dan keperluan industri , jarak tanamnya perlu lebih lebar , baik melalui penjarangan maupun langsung dengan jarak tanam : (4x4 meter), (4x5 meter) atau (5x5 meter).

Bersambung .............. (Bagian III)

You are here: Fasilitas Web Artikel Ekonomi BUDI DAYA SENGON UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT PEDESAAN (Bagian II)