Potensi Investasi

Perekonomian

Keberhasilan pembangunan perekonomian tahun 2009 di Kabupaten Pekalongan ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi/PDRB sebesar 4,11%,pendapatan per kapita/income per kapita penduduk sebesar Rp 6.521.741,00 meningkat 7,40% dibanding tahun 2008 sebesar Rp 6.072.355,00.

Indikator kesejahteraan penduduk yang tercermin dari Indek Pembangunan Manusia (IPM) meliputi kesehatan, pendidikan dan daya beli pada tahun 2009 di Kabupaten Pekalongan mencapai 70,88. Sedangkan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pekalongan tahun 2009 sebanyak 164.300 jiwa menurun dibanding tahun 2008 yang mencapai 170.000 jiwa.

Laju Inflasi di Kabupaten Pekalongan tahun 2009 sebesar  3,39% jauh lebih rendah  dibanding tahun 2008 yang mencapai 10,61%. Turunnya laju inflasi ini disebabkan oleh stabilnya harga-harga berbagai macam komoditas pada seluruh sub kelompok, yang berakibat pada meningkatnya daya beli masyarakat.

Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 atas harga berlaku sebesar Rp 6.436.183.010.000,00 (enam trilyun empat ratus tiga puluh enam milyar seratus delapan puluh tiga juta sepuluh ribu rupiah), meningkat sebesar 9,75% dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp 5.864.346.610.000,00 (lima trilyun delapan ratus enam puluh empat milyar tiga ratus empat puluh enam juta enam ratus sepuluh ribu rupiah).

Sedangkan atas dasar harga konstan, PDRB Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 sebesar Rp 3.098.073.120.000,00 (tiga trilyun sembilan puluh delapan milyar tujug puluh tiga juta seratus dua puluh ribu ribu rupiah), meningkat 4,30% dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp 2.970.214.980.000,- (dua trilyun sembilan ratus tujuh puluh milyar dua ratus empat belas juta sembilan ratus delapan puluh ribu rupiah).

Apabila dilihat dari kontribusi sektor dominan dalam pembentukan PDRB pada tahun 2009, maka sektor yang mempunyai kontribusi terbesar dalam perekonomian Kabupaten Pekalongan adalah sektor industri pengolahan masih tetap yang tertinggi yaitu sebesar 26,66%, kedua disusul oleh sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 20,34%, ketiga sektor perdagangan, restoran dan hotel sebesar 18,66% dan keempat sektor jasa  sebesar 16,66%.
 
Potensi unggulan daerah Kabupaten Pekalongan diharapkan memiliki daya saing dan keunikan tertentu, yang membedakan dengan daerah lain. Potensi terhadap produk unggulan daerah diandalkan  melalui sektor pertanian, industri dan pariwisata. Ditetapkannya produk-produk unggulan tersebut diharapkan dapat memacu pelaku ekonomi daerah dalam mengembangkan kreativitas dan usahanya sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan.
 

DAFTAR POTENSI INVESTASI

Filter Judul 
Ditampilkan # 
# Judul Artikel Kunjungan
1 POTENSI SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN 1768
2 POTENSI SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN 4541
3 POTENSI SEKTOR KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN 4227
4 POTENSI SEKTOR PARIWISATA DAN JASA 3298
5 POTENSI SEKTOR PERDAGANGAN 2637
6 POTENSI SEKTOR PERTANIAN 2234
7 POTENSI SEKTOR PETERNAKAN 2230
first
  
last
 
 
start
stop

Agenda Kegiatan

There are no events at this time
Jaringan Data Spasial Daerah Kabupaten Pekalongan Bappeda PM Kabupaten Pekalongan Kajen

Pengunjung Online

Kami punya 22 tamu online
You are here: Ekonomi & Bisnis